Piala Asia Futsal 2026 Hector Souto Kritik Performa Timnas Indonesia Meski Menang
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Timnas futsal Indonesia kembali mencuri perhatian publik Asia setelah memastikan tiket semifinal Piala Asia Futsal 2026.
Kemenangan 3-2 atas Vietnam di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Selasa malam WIB, menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya skuad Garuda menembus empat besar ajang tertinggi futsal Asia tersebut. Namun di balik euforia sejarah itu, pelatih Hector Souto justru menyampaikan evaluasi keras terhadap performa anak asuhnya.
Hasil positif tersebut tidak serta-merta membuat Souto merasa puas. Ia menilai kemenangan ini lebih banyak ditentukan oleh efektivitas situasi bola mati, bukan dominasi permainan secara keseluruhan. Pernyataan itu menunjukkan standar tinggi yang diterapkan sang pelatih, sekaligus menjadi sinyal bahwa perjalanan Indonesia di turnamen ini masih menyimpan banyak pekerjaan rumah.
Baca JugaMaksimalkan Profil dengan Contoh Headline LinkedIn Menarik Berikut!
Gol-gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Brian Ick, Adriansyah Nur, dan Reza Gunawan. Sementara dua gol balasan Vietnam diborong Nguyen Da Hai. Meski skor akhir berpihak pada tuan rumah, jalannya pertandingan memperlihatkan duel ketat dengan tekanan besar dari Vietnam sepanjang laga.
Sejarah Baru Futsal Indonesia di Asia
Lolosnya timnas futsal Indonesia ke semifinal Piala Asia Futsal 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan futsal nasional. Sebelumnya, pencapaian terbaik Indonesia hanyalah sampai babak perempat final pada edisi Kuwait 2022. Kemenangan atas Vietnam pun langsung mengukir sejarah baru bagi skuad Merah Putih.
Atmosfer Indonesia Arena yang penuh dukungan publik turut memberi energi tambahan bagi para pemain. Bermain di hadapan ribuan suporter sendiri, Indonesia mampu menjaga keunggulan tipis hingga peluit akhir berbunyi. Momen ini sekaligus menegaskan progres futsal Indonesia di level Asia.
Meski demikian, Hector Souto menegaskan bahwa pencapaian sejarah tidak boleh menutupi kekurangan yang terlihat jelas di lapangan. Baginya, standar permainan tetap menjadi tolok ukur utama, bukan semata-mata hasil akhir.
Penilaian Kritis Hector Souto Usai Laga
Souto secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap performa tim. Ia bahkan menyebut dirinya sangat tidak puas dan sedih dengan cara bermain Indonesia, meskipun berhasil mengamankan kemenangan penting. Menurutnya, Vietnam justru tampil lebih baik secara permainan.
"Sejujurnya, saya tidak puas. Sangat tidak puas dan sedih dengan performa tim saya," ujar Souto kepada awak media di Indonesia Arena, Selasa (3/2/2026) malam WIB.
"Saya kira Vietnam bermain jauh lebih baik dibanding kami. Kami cuma lebih bagus ketimbang mereka dalam hal set-piece," imbuhnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemenangan Indonesia lebih ditentukan oleh efektivitas, bukan kontrol permainan.
Permainan Dinilai Belum Sesuai Harapan
Lebih lanjut, Hector Souto mengungkapkan bahwa timnya belum bermain sesuai dengan filosofi yang ia inginkan. Ia menilai para pemain terlalu fokus untuk menghindari kesalahan, alih-alih berani memainkan permainan menyerang yang dominan.
"Saya rasa para pemain kami hanya berusaha untuk tidak kehilangan bola alih-alih bermain," kata Souto. Ia juga menyoroti adanya masalah dalam membangun koneksi dengan pemain tengah, yang membuat alur permainan tidak berjalan lancar.
Kritik ini menjadi refleksi penting, mengingat Indonesia akan menghadapi lawan yang jauh lebih kuat di semifinal. Souto berharap evaluasi tersebut bisa segera diterjemahkan menjadi perbaikan konkret di pertandingan berikutnya.
Perbandingan dengan Laga SEA Games 2025
Souto juga membandingkan laga kontra Vietnam di Piala Asia Futsal 2026 dengan pertemuan kedua tim di SEA Games 2025. Pada ajang tersebut, Indonesia kalah 0-1 dari Vietnam, namun ia menilai permainan timnya justru lebih baik dibandingkan lawan.
"Saya selalu bicara soal performa dan hasil. Terkait hasil, tentu saja saya sangat senang. Tapi soal performa, ini bukan performa yang saya inginkan dari tim saya. Saya berharap tim bermain jauh lebih dominan," tegas Souto.
"Pertandingan ini seperti kebalikan dari SEA Games. Mereka menang 1-0, tetapi kami bermain jauh lebih baik dari mereka," pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan konsistensi pandangan Souto dalam menilai timnya.
Fokus Perbaikan Jelang Semifinal
Kemenangan atas Vietnam menjadi modal berharga, namun juga menyisakan catatan penting untuk dibenahi. Souto menekankan bahwa tim harus meningkatkan kualitas permainan jika ingin melangkah lebih jauh. Konsistensi, keberanian menguasai permainan, dan koneksi antarlini menjadi fokus utama evaluasi.
Dengan jadwal yang padat, waktu persiapan Indonesia terbilang singkat. Namun, staf pelatih diharapkan mampu memaksimalkan sisa waktu untuk memperbaiki detail permainan, terutama dalam transisi dan penguasaan bola di lini tengah.
Mental bertanding juga menjadi perhatian, mengingat tekanan akan semakin besar di fase semifinal. Souto ingin timnya tampil dengan identitas permainan yang jelas, bukan sekadar mengandalkan momen.
Tantangan Berat Menghadapi Jepang
Di babak semifinal, timnas futsal Indonesia akan menghadapi Jepang pada Kamis (5/2/2026). Jepang melaju ke empat besar setelah meraih kemenangan telak 6-0 atas Afghanistan di Jakarta International Velodrome, Selasa (3/2/2026).
Laga ini diprediksi menjadi ujian terberat bagi Indonesia sepanjang turnamen. Jepang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama futsal Asia dengan pengalaman dan kualitas individu yang mumpuni. Bagi Indonesia, semifinal ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga pembuktian perkembangan permainan di level tertinggi.
Hector Souto pun menegaskan bahwa timnya harus tampil jauh lebih baik jika ingin bersaing. Sejarah sudah tercipta, namun ambisi Indonesia belum berhenti. Tantangan melawan Jepang akan menjadi panggung penting untuk menunjukkan sejauh mana kualitas futsal Indonesia telah berkembang.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Final Carabao Cup Jadi Suntikan Energi Terbaik Arsenal Menurut Mikel Arteta
- Rabu, 04 Februari 2026
Juventus Tanpa Striker Baru Januari Ini Spalletti Gagal Penuhi Kebutuhan Tim
- Rabu, 04 Februari 2026
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta Perkuat Proyek Jangka Panjang Klub
- Rabu, 04 Februari 2026
Jorge Martin Tegaskan Fokus Bersama Aprilia di Tengah Rumor Kepindahan Yamaha
- Rabu, 04 Februari 2026













