JAKARTA - Langkah mantap ditunjukkan raksasa Catalan, Barcelona, dalam upaya mereka mengejar trofi domestik musim ini. Bertandang ke Stadion Carlos Belmonte, skuad asuhan Hansi Flick berhasil menunjukkan mentalitas pemenang dengan menundukkan perlawanan sengit tim tuan rumah, Albacete. Kemenangan ini sekaligus menasbihkan Blaugrana sebagai kontestan pertama yang berhasil menapakkan kaki di babak empat besar turnamen bergengsi tersebut.
Dalam laga perempat final yang berlangsung pada Selasa malam waktu setempat, Barcelona menyudahi perlawanan Albacete dengan skor tipis 2-1. Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah, mengingat tim tuan rumah memberikan perlawanan gigih hingga menit-menit akhir pertandingan.
Dominasi Babak Pertama dan Gol Pembuka Lamine Yamal
Baca JugaStrategi Cerdas Chelsea Redam Teror Bola Mati Arsenal di Carabao Cup
Sejak peluit pertama dibunyikan, Barca mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu pada pertandingan ini. Lini serang yang dipimpin oleh pemain-paman cepat langsung menekan pertahanan lawan. Ancaman nyata pertama datang melalui tembakan Marcus Rashford yang melebar dari gawang Albacete, sebuah peringatan dini bagi lini belakang tuan rumah.
Setelah melakukan tekanan bertubi-tubi, skuad asuhan Hansi Flick akhirnya berhasil mencetak gol terlebih dahulu pada pertandingan ini. Momen krusial terjadi melalui gol yang dicetak oleh Lamine Yamal setelah memaksimalkan umpan terukur dari Frenkie de Jong pada menit 39. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan psikologis bagi Barcelona.
Keunggulan Udara Ronald Araujo di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, dominasi Barcelona tidak mengendur. Barca kembali memperagakan permainan menyerang dan langsung menciptakan peluang melalui tembakan Dani Olmo yang dapat dibendung lini pertahanan Albacete. Namun, kebuntuan untuk menambah pundi-pundi gol akhirnya pecah melalui situasi bola mati.
Barca berhasil menggandakan keunggulan mereka setelah umpan sepak pojok Rashford dapat disundul Ronald Araujo yang membobol gawang Albacete. Sundulan tajam bek asal Uruguay itu pada menit 56 mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan dua gol ini membuat jalannya pertandingan tampak berada dalam kendali penuh tim asuhan Hansi Flick.
Perlawanan Albacete dan Ketegangan di Menit Akhir
Meski telah unggul dua gol, Barca tidak mengendurkan serangan mereka dan sempat memiliki peluang lewat Dani Olmo dan Ferran Torres, namun masih belum bisa menambah gol. Kelalaian dalam menuntaskan peluang ini hampir saja berakibat fatal karena Albacete mulai bangkit memberikan tekanan.
Albacete perlahan dapat memberikan ancaman ke gawang Barca, diawali oleh peluang Jefte Betancor yang sundulannya masih melenceng dari gawang. Upaya keras Albacete akhirnya membuahkan hasil setelah dapat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Javi Moreno setelah menerima umpan tendangan bebas Jose Lazo. Gol pada menit 87 tersebut mengubah skor menjadi 1-2 dan menghidupkan asa tuan rumah untuk memaksakan hasil imbang.
Drama VAR dan Kepastian Kemenangan Blaugrana
Memasuki waktu tambahan babak kedua, suasana sempat kembali memanas. Barca sempat kembali membobol gawang Albacete melalui Ferran Torres, namun gol tersebut tidak disahkan wasit karena adanya offside terlebih dahulu setelah melalui tinjauan VAR. Keputusan ini membuat sisa waktu tambahan menjadi sangat krusial bagi kedua tim.
Pada waktu yang tersisa, Albacete berusaha untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Barca tetap bertahan. Berdasarkan catatan RFEF, Barcelona meraih kemenangan pada pertandingan ini berkat gol Lamine Yamal dan Ronald Araujo, sedangkan Albacete sempat memperkecil ketertinggalan melalui Javi Moreno.
Menanti Lawan di Babak Semifinal
Dengan hasil ini, Blaugrana menjadi tim pertama yang memastikan satu tempat di semifinal Piala Raja. Mereka kini tinggal menunggu hasil dari pertandingan perempat final lainnya guna mengetahui siapa yang akan menjadi lawan mereka di fase berikutnya. Tiga tiket lainnya diperebutkan oleh Alaves vs Real Sociedad, Valencia vs Athletic Club, dan Real Betis vs Atletico Madrid.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Barcelona selangkah lebih dekat dengan trofi juara, tetapi juga menegaskan konsistensi taktik Hansi Flick yang mampu menjaga keseimbangan antara intensitas serangan dan soliditas pertahanan di kompetisi sistem gugur.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Michael Carrick Panggil JJ Gabriel ke Tim Utama MU demi Redam Barcelona
- Rabu, 04 Februari 2026
Xabi Alonso Kandidat Kuat Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
- Rabu, 04 Februari 2026
Trent Alexander-Arnold Siap Comeback Bela Real Madrid Lawan Valencia
- Rabu, 04 Februari 2026













