Danantara Percepat Enam Proyek Hilirisasi Dorong Peternakan Unggas Dan Ketahanan Pangan Nasional
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Dinamika investasi nasional kembali bergerak dengan cepat seiring langkah Badan Pengelola Investasi Danantara yang bersiap mempercepat enam proyek hilirisasi strategis.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat struktur industri dalam negeri, meningkatkan nilai tambah sumber daya, serta menjaga ketahanan pangan dan energi nasional. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengembangan peternakan unggas terintegrasi yang dirancang untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Langkah percepatan tersebut tidak berdiri sendiri. Pemerintah menempatkan proyek-proyek hilirisasi sebagai fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan menyasar sektor peternakan, pertanian, energi, hingga mineral, Danantara diharapkan mampu menjembatani kebutuhan investasi besar dengan tujuan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca JugaDiskon Tiket Garuda Indonesia Hingga 65 Persen Lewat GOTF 2026
Komitmen Danantara Mempercepat Hilirisasi Strategis
Badan Pengelola Investasi Danantara memastikan enam proyek hilirisasi akan dikebut pelaksanaannya, termasuk di sektor peternakan unggas, bauksit, aluminium, bioavtur, kilang atau refinery, serta hilirisasi pertanian. Seluruh proyek tersebut direncanakan memulai tahap awal melalui peletakan batu pertama pada Februari 2026. Percepatan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong industrialisasi berbasis sumber daya domestik.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut telah memasuki tahap kesiapan awal. Ia menyebutkan bahwa salah satu agenda terdekat adalah pelaksanaan groundbreaking proyek peternakan unggas terintegrasi. “Iya, (groundbreaking) 6 Februari,” ujar Rosan ketika ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah memasuki fase implementasi konkret. Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem industri baru yang berdaya saing.
Peternakan Unggas Terintegrasi Jadi Prioritas
Di antara enam proyek yang disiapkan, peternakan unggas terintegrasi menjadi salah satu prioritas utama. Proyek ini dirancang mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan pakan, pembibitan, hingga produksi ayam pedaging dan petelur. Dengan konsep terintegrasi, efisiensi produksi diharapkan meningkat sekaligus menekan ketergantungan pada impor.
Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa proyek hilirisasi peternakan unggas tersebut akan dibangun di beberapa lokasi. Meski belum merinci titik pembangunan secara spesifik, sebelumnya ia menyebutkan industri ini direncanakan hadir di lima tempat berbeda. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk ketersediaan bahan baku dan kebutuhan daerah.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan proyek tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga relevan dengan kondisi lokal. Dengan demikian, manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.
Lokasi Proyek Disesuaikan Dengan Sentra Jagung
Sejalan dengan rencana tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa proyek peternakan unggas Danantara akan dibangun di wilayah sentra produksi jagung. Menurutnya, ketersediaan bahan baku pakan menjadi kunci keberhasilan industri peternakan unggas nasional. “Yang jelas di wilayah-wilayah yang membutuhkan, di mana bahan baku pakan tersedia. Ya, di wilayah Indonesia, nanti kita tentukan,” kata Amran di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
Pemilihan lokasi berbasis sentra jagung diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian dan peternakan. Dengan jarak distribusi bahan baku yang lebih dekat, biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan pendapatan petani jagung lokal. Sinergi ini juga mendukung upaya pemerintah menciptakan rantai pasok pangan yang lebih efisien dan tangguh.
Selain itu, pendekatan berbasis wilayah produksi diyakini dapat mengurangi disparitas pembangunan antar daerah. Industri tidak lagi terpusat di satu kawasan, melainkan tersebar sesuai potensi masing-masing wilayah.
Dukungan Untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pembangunan industri peternakan unggas terintegrasi ini juga diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menjelaskan bahwa bentuk industri yang dibangun meliputi pabrik pakan serta produksi day old chick atau ayam usia sehari. Produksi ayam pedaging dan petelur akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.
Program MBG menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Dengan pasokan protein yang terjamin, pemerintah berharap tingkat gizi masyarakat, khususnya anak-anak, dapat meningkat secara signifikan. Kehadiran industri unggas berskala besar dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga di pasar.
Selain mendukung program sosial, proyek ini juga memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Dengan produksi dalam negeri yang memadai, risiko gejolak pasokan akibat faktor eksternal dapat diminimalkan.
Investasi Besar Dan Prospek Ekonomi Nasional
Untuk merealisasikan proyek-proyek tersebut, pemerintah melalui BPI Danantara berencana menggelontorkan investasi hingga Rp 20 triliun khusus untuk sektor peternakan unggas nasional. Angka ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi industri pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengantongi investasi proyek hilirisasi hingga US$ 6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun dalam waktu dekat. Potensi ini berasal dari berbagai sektor yang tengah dikembangkan, termasuk energi, mineral, dan pertanian.
Dengan kombinasi kebijakan yang terarah, dukungan investasi, serta sinergi antar kementerian, proyek-proyek hilirisasi yang digagas Danantara diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Jadwal Lengkap KA Prameks 4 Februari 2026 Layani Mobilitas Jogja dan Kutoarjo
- Rabu, 04 Februari 2026
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Berlaku Mulai 4 Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Memudahkan Perjalanan 4 Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Jadwal Pelayaran Kapal Ferry Singkil-Pulau Banyak Per 4 Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026













