Jumat, 06 Februari 2026

Saham BUMI Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Volatilitas Masih Tinggi

Saham BUMI Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Volatilitas Masih Tinggi
Saham BUMI Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Volatilitas Masih Tinggi

JAKARTA - Di tengah tekanan jual yang melanda bursa domestik pada awal perdagangan Selasa (3 Februari 2026), saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) justru menunjukkan performa yang kontradiktif.

Emiten batu bara raksasa ini berhasil mencatatkan penguatan signifikan, menjadikannya salah satu sorotan di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih dibayangi sentimen negatif.

Hingga pukul 09.23 WIB, harga saham BUMI bertengger di level Rp230 per saham, naik 4,55% (bertambah Rp10) dari posisi penutupan sebelumnya. Pergerakan anomali ini menarik perhatian para pelaku pasar, mengingat indeks acuan sedang berjuang keluar dari tekanan volatilitas.

Baca Juga

FEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global

Dinamika Intraday: Volatilitas Tinggi Menjadi Ciri Khas

Meskipun mencatatkan kenaikan, perjalanan harga BUMI di awal sesi tidaklah mulus. Saham ini dibuka pada level Rp212 dan langsung menunjukkan fluktuasi yang lebar.

Rentang Harga: Sempat menyentuh level tertinggi di Rp232 dan sempat merosot ke level terendah Rp198.

Kapitalisasi Pasar: Tercatat kokoh di angka Rp85,41 triliun.

Historis 52 Minggu: BUMI bergerak dalam rentang harga yang sangat lebar, yakni antara Rp70 hingga Rp484, mencerminkan risiko sekaligus peluang spekulasi yang tinggi.

Sentimen Fundamental dan Performa Keuangan

Optimisme pasar terhadap BUMI tampaknya didorong oleh kinerja operasional yang solid. Laporan keuangan kuartal III 2025 menunjukkan pendapatan perusahaan mencapai US$359,37 juta, atau tumbuh sebesar 8,56% (YoY). Pertumbuhan pendapatan ini menjadi bantalan fundamental bagi investor di tengah fluktuasi harga komoditas global yang dinamis.

Meskipun begitu, investor perlu memperhatikan bahwa hingga saat ini BUMI belum mencatatkan rasio price to earnings (P/E) yang stabil serta belum ada kebijakan pembagian dividen dalam waktu dekat.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem

Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem

Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global

Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global

Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca

Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca

Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026

Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026

Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026

Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026