Resep Tahu Guling Khas Yogyakarta Otentik Sederhana Lezat Berpotensi Jadi Usaha Rumahan
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - Tahu Guling merupakan salah satu sajian khas Yogyakarta yang hingga kini masih digemari berbagai kalangan.
Hidangan ini menawarkan perpaduan rasa manis, pedas, dan segar yang berpadu harmonis dalam satu porsi. Keunikan utamanya terletak pada kuah bumbu berwarna hitam kecokelatan yang membedakannya dari olahan tahu lain di wilayah Jawa Tengah.
Dalam keseharian masyarakat Yogyakarta, Tahu Guling kerap disantap sebagai menu sarapan atau makan siang ringan. Sajian ini biasanya disandingkan dengan ketupat, lontong, atau nasi, sehingga cukup mengenyangkan. Isian berupa tahu goreng, tauge, kol, serta tambahan tempe atau bakwan membuat tampilannya sederhana namun kaya rasa.
Baca Juga5 Pilihan Asuransi Mobil All Risk Termurah dengan Perlindungan Lengkap
Meski tergolong makanan tradisional, Tahu Guling tetap mampu bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Resepnya relatif mudah diikuti, sehingga siapa pun dapat mencoba membuatnya di rumah. Selain menghadirkan rasa khas Yogyakarta, Tahu Guling juga mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang patut dijaga dan dilestarikan.
Ciri Khas Tahu Guling Yang Membuatnya Berbeda
Tahu Guling dikenal sebagai hidangan tradisional Yogyakarta dengan komposisi sederhana namun bercita rasa kuat. Isiannya terdiri dari tahu goreng, tauge, kol, serta tempe sebagai pelengkap opsional. Semua bahan tersebut disiram kuah bumbu spesial yang menjadi identitas utama hidangan ini.
Warna kuah yang gelap berasal dari penggunaan gula jawa dan kecap manis. Kombinasi tersebut menciptakan rasa manis yang dominan, berpadu dengan pedas dan aroma segar dari rempah-rempah. Inilah yang membuat Tahu Guling memiliki karakter berbeda dibanding kupat tahu atau tahu kupat.
Meski kerap disamakan dengan hidangan serupa, Tahu Guling tetap memiliki identitas sebagai kuliner khas Yogyakarta. Perbedaannya terutama terletak pada asal daerah dan karakter rasa, meskipun sama-sama menjadikan tahu goreng sebagai bahan utama.
Peran Tahu Guling Dalam Kehidupan Warga Yogyakarta
Sejak lama, Tahu Guling menjadi bagian dari kuliner merakyat di Yogyakarta. Hidangan ini mudah ditemukan di warung sederhana hingga pedagang kaki lima. Penyajiannya yang praktis membuat Tahu Guling cocok disantap di berbagai waktu.
Istilah Tahu Guling sendiri sempat mengalami pergeseran sejak 1990-an, seiring masuknya penjual dari wilayah Magelang. Meski demikian, hidangan ini tetap dikenal luas sebagai kuliner khas Yogyakarta yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Keberadaan Tahu Guling tidak hanya sebatas makanan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya kuliner lokal. Popularitasnya yang bertahan hingga kini menunjukkan bahwa hidangan tradisional masih memiliki daya tarik kuat.
Kisah Pelaku Usaha Yang Tetap Melestarikan Tahu Guling
Salah satu pelaku usaha yang masih setia menyajikan Tahu Guling adalah Pariyem (67), warga asli Yogyakarta. Ia telah berjualan sejak tahun 2008 dan membuka warung bernama Warung Soto Bu Par di kawasan Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Tahu Guling menjadi salah satu menu andalan di warung tersebut.
Pariyem memilih menjual Tahu Guling karena proses pembuatannya yang sederhana dan rasanya yang digemari masyarakat. Melalui warung kecilnya, ia mampu menjual sekitar 10 hingga 20 porsi per hari. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap Tahu Guling masih terjaga.
Menurut Pariyem, cita rasa Tahu Guling sangat cocok dengan lidah warga Yogyakarta. Perpaduan manis, pedas, dan segar dari daun jeruk menjadi kunci kenikmatannya. “Cara bikin tahu guling itu simple dan pasti disukai sama warga Jogja karena rasanya yang manis pedas dan ada sedikit hint segar dari daun jeruk,” ucapnya.
Kunci Rasa Terletak Pada Racikan Bumbu Dan Kuah
Meski terlihat sederhana, pembuatan Tahu Guling membutuhkan ketelitian, terutama pada peracikan bumbu dan kuah. Keseimbangan rasa menjadi faktor utama yang menentukan kualitas hidangan ini. Takaran yang kurang tepat dapat membuat kuah terlalu manis atau kehilangan aroma khasnya.
Kuah Tahu Guling mengandalkan gula jawa, kecap manis, serta rempah seperti daun jeruk, serai, daun salam, dan lengkuas. Seluruh bahan tersebut harus berpadu dengan harmonis agar menghasilkan rasa yang khas. Proses perebusan kuah juga berpengaruh pada kekuatan aroma dan cita rasa.
“Setiap bumbu dan bahan dalam pembuatan Tahu Guling memiliki peran yang sangat penting,” tutup Pariyem. Pernyataan ini menegaskan bahwa meski sederhana, Tahu Guling tetap membutuhkan perhatian khusus pada detail rasa.
Resep Otentik Tahu Guling Khas Yogyakarta
Bumbu halus dibuat dari daun jeruk iris halus, bawang putih, cabai rawit, dan garam yang diulek hingga lembut. Setelah itu, kecap manis ditambahkan dan diaduk hingga merata. Racikan ini menjadi dasar rasa Tahu Guling.
Kuah dibuat dengan merebus gula jawa bersama daun salam, lengkuas, dan serai hingga larut dan harum. Kuah panas kemudian disiramkan ke dalam bumbu ulek dan diaduk hingga menyatu. Proses ini menghasilkan kuah dengan rasa manis, pedas, dan segar.
Isian terdiri dari ketupat yang dipotong kecil, tauge rebus, kol rebus iris tipis, serta tahu dan tempe bacem potong dadu. Semua bahan dicampur dalam satu wadah, lalu disiram kuah bumbu. Tambahkan bawang goreng dan kerupuk kecil sebagai pelengkap sebelum disajikan.
Peluang Usaha Tahu Guling Yang Menjanjikan
Tahu Guling memiliki potensi usaha yang cukup menjanjikan karena bahan bakunya mudah diperoleh dan harganya relatif terjangkau. Tahu, sayuran, gula jawa, serta bumbu dapur tersedia luas di pasar tradisional maupun modern. Hal ini membuat modal awal usaha tidak terlalu besar.
Proses pembuatannya yang sederhana juga menjadi nilai tambah bagi pelaku UMKM dan usaha rumahan. Tanpa peralatan khusus, Tahu Guling sudah bisa diproduksi dan dijual. Dari sisi pasar, hidangan ini memiliki pelanggan loyal, baik warga lokal maupun wisatawan.
Selain dijual di warung atau kaki lima, Tahu Guling juga dapat dikembangkan sebagai menu pesan antar. Dengan meningkatnya minat terhadap kuliner tradisional, Tahu Guling tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan, tetapi juga berperan dalam melestarikan warisan kuliner khas Yogyakarta.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
- Kamis, 05 Februari 2026
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Gejolak di Riyadh: Cristiano Ronaldo Pertimbangkan Hijrah ke Amerika Serikat Menyusul Messi
- Kamis, 05 Februari 2026
Peluang Bisnis Ramadhan: 7 Inspirasi Jualan Takjil Sehat yang Disukai Anak-Anak
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Kuliner Gudeg Autentik di Malang yang Dijamin Bikin Ketagihan
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Lengkap Wisata Bola Liga Spanyol Pekan ke-23: Big Match Real Madrid vs Valencia
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wuling Eksion Jadi SUV Keluarga Baru dengan Teknologi EV dan PHEV
- 05 Februari 2026
2.
Polda Kaltim Petakan 3.000 Truk ODOL Menuju Target Zero 2027
- 05 Februari 2026
3.
Satlantas Polres Probolinggo Gelar Ramp Check di Exit Tol Leces
- 05 Februari 2026













