Kamis, 05 Februari 2026

Peta Kualitas Mobil Listrik China 2025 BYD Tersalip Aito Dan Tesla

Peta Kualitas Mobil Listrik China 2025 BYD Tersalip Aito Dan Tesla
Peta Kualitas Mobil Listrik China 2025 BYD Tersalip Aito Dan Tesla

JAKARTA - Lanskap industri mobil listrik di China pada 2025 menunjukkan dinamika yang semakin kompetitif. 

Laporan terbaru J.D. Power 2025 tentang Indeks Kualitas Produk Kendaraan Energi Baru atau New Energy Vehicle (NEV) mengungkap fakta menarik yang tidak selalu sejalan dengan dominasi penjualan. Survei yang melibatkan 57 merek dan ribuan responden ini menyoroti bahwa tingginya volume penjualan tidak otomatis berbanding lurus dengan persepsi kualitas produk di mata konsumen.

Hasil laporan tersebut memperlihatkan adanya jarak yang cukup jelas antara merek dengan performa penjualan tertinggi dan merek yang dinilai paling unggul dari sisi kualitas. Beberapa pemain baru justru tampil sebagai pemimpin dalam indeks risiko kualitas, sementara raksasa industri harus puas berada di posisi yang kurang menguntungkan. Temuan ini menjadi gambaran penting bagi konsumen dan pelaku industri dalam membaca arah persaingan mobil listrik di China.

Baca Juga

Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung

Aito dan Tesla unggul dalam persepsi kualitas konsumen

Berdasarkan data yang dirilis oleh carnewschina.com, merek Aito yang berada di bawah naungan Huawei berhasil mencatatkan skor indeks risiko kualitas terendah, yakni 123. Skor ini menempatkan Aito sebagai merek dengan kualitas terbaik menurut persepsi pemilik kendaraan listrik di China. Pencapaian tersebut semakin diperkuat dengan keberhasilan Aito M9 yang dinobatkan sebagai model dengan kualitas tertinggi secara keseluruhan di berbagai kategori kendaraan.

Tesla juga menunjukkan performa yang solid dengan menempati posisi ketiga dalam daftar kualitas terbaik. Dengan skor 146, pabrikan asal Amerika Serikat ini dinilai mampu menjaga konsistensi mutu produknya di tengah ketatnya persaingan pasar China. Persepsi positif konsumen terhadap Tesla menegaskan bahwa reputasi global dan pengalaman panjang dalam pengembangan mobil listrik masih menjadi nilai tambah yang signifikan.

Selain itu, merek-merek premium seperti Mercedes-Benz dan BMW tetap bertahan di jajaran atas indeks kualitas. Kehadiran mereka membuktikan bahwa pengalaman manufaktur tradisional yang dikombinasikan dengan teknologi kendaraan listrik modern masih memberikan kontribusi besar terhadap kualitas akhir produk.

BYD berada di bawah rata-rata industri kualitas

Salah satu temuan paling mengejutkan dalam laporan ini adalah posisi BYD. Sebagai produsen mobil listrik dengan volume penjualan terbesar di dunia, BYD justru tercatat berada di urutan ke-21 dengan skor 224. Angka tersebut berada di bawah rata-rata industri yang ditetapkan pada level 215, menunjukkan bahwa persepsi risiko kualitas terhadap merek inti BYD masih relatif tinggi.

Meski demikian, laporan tersebut juga mencatat bahwa beberapa sub-merek BYD menunjukkan performa yang lebih baik. Fang Cheng Bao dan Denza, misalnya, memiliki skor kualitas yang lebih kompetitif dibandingkan merek utama. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan pendekatan kualitas di dalam grup BYD yang belum sepenuhnya merata di seluruh lini produk.

Temuan ini menjadi catatan penting bahwa skala produksi besar dan penetrasi pasar luas tidak selalu sejalan dengan kepuasan konsumen terhadap detail kualitas kendaraan. BYD dinilai masih menghadapi tantangan dalam menekan jumlah keluhan kualitas dibandingkan para pesaing utamanya.

Merek global hadapi tantangan transisi kendaraan listrik

Tidak hanya BYD, sejumlah merek global besar juga tercatat berada di bawah rata-rata industri dalam indeks kualitas NEV. Toyota, Volvo, Volkswagen, dan Nissan termasuk dalam kelompok ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pabrikan tradisional masih menghadapi tantangan besar dalam proses transisi menuju kendaraan listrik yang sepenuhnya kompetitif di pasar China.

Pasar China yang sangat dinamis dan berorientasi teknologi menuntut integrasi perangkat lunak, sistem cerdas, dan kualitas produksi yang tinggi. Banyak merek lama dinilai masih beradaptasi dengan standar baru yang ditetapkan oleh pemain-pemain khusus kendaraan listrik. Hal ini berdampak pada persepsi konsumen terhadap kualitas produk mereka.

Laporan ini sekaligus menegaskan bahwa keunggulan historis dalam mesin konvensional tidak serta-merta dapat diterjemahkan ke dalam dominasi di era kendaraan listrik. Inovasi dan kecepatan adaptasi menjadi faktor penentu dalam mempertahankan daya saing.

Model terbaik di setiap segmen kendaraan

Survei J.D. Power 2025 juga merinci model-model dengan kualitas terbaik di berbagai segmen kendaraan. Di kategori SUV ukuran menengah dan besar, dominasi Aito terlihat sangat kuat. Model M9, M8, dan M7 secara konsisten menempati posisi tiga besar dengan risiko kualitas terendah di segmennya.

Pada segmen SUV yang lebih kecil, Avatr 07 berhasil meraih posisi teratas. Menariknya, beberapa model BYD seperti Seal 05 EV dan Yuan UP juga menunjukkan performa kualitas yang lebih baik di kelas kendaraan kompak. Hal ini menandakan bahwa BYD masih memiliki kekuatan di segmen tertentu meski secara keseluruhan merek utamanya berada di bawah rata-rata.

Di kategori sedan, Tesla Model 3 tampil sebagai yang terbaik di kelas sedan menengah ke bawah. Model ini berhasil mengungguli Nio Firefly dan BMW i3, menegaskan posisi Tesla sebagai tolok ukur kualitas di segmen tersebut.

Sementara itu, di kelas sedan menengah ke atas, Xiaomi SU7 mencuri perhatian dengan meraih posisi puncak kualitas. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pendatang baru dari industri teknologi mampu menghadirkan produk otomotif yang kompetitif dan andal.

Untuk segmen MPV, Voyah Dream tercatat sebagai kendaraan dengan risiko kualitas paling rendah. Posisi selanjutnya diikuti oleh Denza D9 dan GWM Wey Gaoshan, yang menunjukkan bahwa segmen kendaraan keluarga juga mengalami peningkatan standar kualitas yang signifikan.

Secara keseluruhan, laporan J.D. Power 2025 memberikan gambaran jelas bahwa persaingan mobil listrik di China tidak lagi hanya soal penjualan, tetapi juga tentang bagaimana konsumen menilai kualitas nyata dari produk yang mereka gunakan sehari-hari.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026