Thermal Runaway Baterai Mobil Listrik: Risiko dan Cara Pencegahan Efektif
- Rabu, 28 Januari 2026
JAKARTA - Seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia, pemahaman tentang keselamatan baterai menjadi sangat krusial.
Salah satu risiko terbesar adalah thermal runaway, kondisi kritis yang bisa memicu kebakaran hingga ledakan. Fenomena ini muncul akibat reaksi kimia berantai ketika baterai lithium-ion mengalami panas berlebihan.
Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI), Arwani Hidayat, menjelaskan bahwa thermal runaway biasanya diawali dari kebocoran baterai. “Mostly kalau thermal runaway itu terutama ada kebocoran di baterai. Baterai itu kan menyimpan energi yang ribuan watt,” ujarnya. Energi tinggi ini membuat api lebih sulit dipadamkan dibanding kebakaran kendaraan konvensional.
Baca JugaZulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
Penyebab utama thermal runaway pada kendaraan listrik
Faktor pertama yang memicu thermal runaway adalah kecelakaan atau benturan keras yang merusak struktur baterai. Meski baterai dilapisi casing baja dan pelindung tambahan setebal 1,5–2 cm, benturan ekstrem tetap dapat menembusnya. Hal ini menunjukkan pentingnya desain baterai berlapis-lapis untuk keselamatan.
Faktor kedua adalah paparan air asin, misalnya saat kendaraan terendam banjir rob atau air laut. Korosi yang muncul akibat air asin dapat menimbulkan hubungan arus pendek, memicu baterai panas berlebihan, dan akhirnya thermal runaway.
Faktor ketiga muncul akibat kebakaran eksternal yang menjalar ke baterai. Jika baterai terkena panas dari api luar, suhu dapat melewati batas aman dan memicu reaksi kimia berbahaya di dalam sel. “Terakhir itu karena kebakaran yang menjalar ke baterai,” jelas Arwani.
Dampak thermal runaway terhadap kendaraan dan lingkungan
Risiko paling serius dari thermal runaway adalah kebakaran dan ledakan. Energi besar yang dilepaskan baterai menciptakan api bersuhu tinggi yang sulit dipadamkan. Dalam kondisi tertentu, baterai bahkan bisa meledak.
Selain itu, keselamatan penumpang dan orang di sekitar kendaraan menjadi taruhannya. Jika kebakaran terjadi di area padat, seperti parkiran atau permukiman, api dapat menyebar ke kendaraan lain atau bangunan, menimbulkan kerusakan luas.
Dampak lain adalah kerusakan total baterai dan kendaraan. Thermal runaway biasanya merusak baterai permanen, yang merupakan komponen termahal mobil listrik. Kerusakan ini berpotensi menimbulkan kerugian finansial besar dan menjadikan kendaraan rusak total.
Langkah pencegahan thermal runaway saat pengisian daya
Arwani menekankan pentingnya pengisian daya yang tepat. “Usahakan kalau ngecharge, dari 20 persen hingga 80 persen sudah cukup dan kalau di Jakarta itu dipakai muter-muter juga enggak akan habis,” ujarnya. Cara ini membantu menjaga suhu baterai tetap stabil dan memperpanjang umur pakai.
Selain itu, penggunaan charger resmi atau yang memenuhi standar keselamatan sangat dianjurkan. Hindari perangkat ilegal atau modifikasi kelistrikan, karena dapat mengganggu kinerja Battery Management System (BMS). Sistem ini memantau kondisi baterai dan mencegah panas berlebih yang memicu thermal runaway.
Perawatan berkala dan pembaruan sistem baterai
Perawatan rutin sesuai rekomendasi pabrikan juga menjadi kunci pencegahan. Termasuk pembaruan perangkat lunak BMS, yang memonitor sel baterai, mendeteksi anomali, dan mengambil langkah pengamanan sebelum terjadi risiko serius.
Selain itu, kendaraan listrik harus diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran, korosi, atau kerusakan fisik pada baterai. Penggunaan kendaraan sesuai petunjuk pabrikan, baik dalam pengisian maupun penggunaan sehari-hari, akan meminimalkan potensi thermal runaway.
Kesadaran pengguna sebagai kunci keselamatan baterai
Pemilik kendaraan listrik harus memahami risiko dan tindakan pencegahan sejak awal. Edukasi tentang thermal runaway membantu pengguna mengambil langkah tepat saat menghadapi kondisi abnormal pada baterai. Misalnya, segera memisahkan kendaraan dari sumber panas atau menghubungi layanan darurat jika muncul asap atau panas berlebihan.
Dengan meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia, pemahaman menyeluruh tentang thermal runaway dan pencegahannya menjadi bagian penting dari keselamatan publik. Langkah preventif, penggunaan charger resmi, perawatan rutin, dan pemantauan BMS memastikan baterai berfungsi aman, kendaraan tetap andal, dan risiko kebakaran dapat diminimalkan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












