Nusatama Percepat Transformasi Logistik dengan Truk Listrik Industri Berat
- Sabtu, 10 Januari 2026
JAKARTA — PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) mengambil langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi sektor logistik nasional dengan mengembangkan truk listrik kelas berat bersama Kalista. Langkah ini menegaskan ambisi perusahaan untuk masuk lebih dalam ke segmen kendaraan listrik (EV) industri, di mana keandalan operasional menjadi faktor krusial bagi industri dan logistik di Indonesia.
Corporate Secretary NTBK, Dodi Sentot, menjelaskan bahwa fokus utama kolaborasi ini adalah menghadirkan truk listrik yang benar-benar siap digunakan di lapangan, mulai dari distribusi logistik hingga sektor pertambangan. “Fokus kami truk listrik yang siap dipakai di lapangan, mulai dari logistik hingga pertambangan,” ujar Dodi.
Kolaborasi dengan Kalista ini dilakukan secara bertahap, mencakup pengembangan produk, pengujian performa di kondisi operasional nyata, serta penyempurnaan spesifikasi agar selaras dengan kebutuhan pelanggan industri. Dengan demikian, Nusatama tidak sekadar mengikuti tren kendaraan listrik, tetapi juga memposisikan diri sebagai pionir transformasi logistik berbasis listrik di Indonesia.
Baca Juga
“Dengan menggandeng Kalista, Nusatama menegaskan posisinya bukan sekadar pengikut tren EV, melainkan bagian dari pemain awal transformasi logistik dan transportasi industri berbasis listrik di Indonesia,” imbuh Dodi.
Langkah ini juga selaras dengan agenda nasional untuk menurunkan emisi karbon dan mendorong penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi. Segmen truk listrik industri memiliki hambatan masuk yang tinggi, mulai dari kebutuhan teknologi yang handal hingga kesiapan infrastruktur. Namun, kolaborasi jangka panjang NTBK–Kalista diharapkan mendorong inovasi berkelanjutan dan membuka peluang penerapan truk listrik yang lebih luas di berbagai sektor strategis.
Uji Coba Heavy Duty EV Truck di Kawasan Industri
Sebelumnya, NTBK bersama Kalista dan PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) telah memulai fase uji coba operasional Heavy Duty EV Truck di kawasan industri Cikarang. Dodi menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi upaya transformasi logistik nasional menuju sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Fokus utama pengujian adalah memastikan kesiapan truk listrik untuk digunakan secara komersial. Armada truk listrik diuji langsung di jalur distribusi industri dengan muatan penuh, sehingga performa kendaraan dapat diukur dalam kondisi kerja nyata. Parameter yang diamati meliputi daya angkut, jarak tempuh, hingga efisiensi konsumsi energi.
“Kami ingin memastikan teknologi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kompetitif dari sisi biaya dan keandalan operasional,” ujar Dodi.
Melalui uji coba ini, NTBK berkomitmen memastikan truk listrik mampu memberikan nilai tambah bagi industri dan logistik nasional. Selain mengurangi emisi karbon, kendaraan listrik diharapkan mampu menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi distribusi, serta menjadi alternatif yang lebih andal dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.
Strategi Jangka Panjang Nusatama di Segmen EV Industri
Kolaborasi Nusatama dan Kalista bukan sekadar proyek pengembangan kendaraan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem EV industri di Indonesia. Dodi menekankan bahwa inovasi teknologi truk listrik harus diimbangi dengan kesiapan operasional nyata dan layanan purna jual yang handal, agar industri dapat mengandalkan kendaraan listrik secara berkelanjutan.
Dengan masuk ke segmen kendaraan listrik berat, Nusatama juga memperkuat posisinya dalam menghadapi persaingan industri logistik dan transportasi yang kian berorientasi pada solusi ramah lingkungan. Perusahaan menargetkan tidak hanya menghadirkan produk yang inovatif, tetapi juga memfasilitasi adopsi teknologi EV dalam jangka panjang melalui edukasi, uji coba lapangan, dan integrasi dengan rantai pasok industri.
“Kolaborasi ini menandai komitmen Nusatama untuk memastikan kendaraan listrik siap operasional, mendukung efisiensi logistik, dan meminimalkan dampak lingkungan,” tambah Dodi.
Tantangan dan Peluang Transformasi EV Industri
Segmen truk listrik kelas berat memiliki tantangan tersendiri. Infrastruktur pengisian daya, kesiapan teknologi baterai, dan kebutuhan operasional yang stabil menjadi faktor krusial. Namun, Nusatama melihat peluang besar dalam mendorong transformasi logistik nasional berbasis listrik.
Selain mengurangi emisi karbon, truk listrik juga diharapkan menjadi alternatif efisien dari sisi biaya operasional, dengan dukungan teknologi yang terus disempurnakan melalui pengujian lapangan. Dodi menekankan bahwa kesiapan kendaraan untuk digunakan dalam kondisi nyata merupakan prioritas utama sebelum truk listrik diperkenalkan secara luas ke pasar industri.
Melalui pendekatan bertahap, NTBK berharap dapat menciptakan ekosistem transportasi industri yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan Kalista diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan kendaraan listrik industri di Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi integrasi teknologi ramah lingkungan ke sektor logistik dan pertambangan.
Dengan semua upaya ini, Nusatama menegaskan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik industri bukan sekadar tren jangka pendek, tetapi bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi, mendukung industri nasional, dan berkontribusi pada agenda keberlanjutan nasional.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026
Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026
- Sabtu, 10 Januari 2026
Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru
- Sabtu, 10 Januari 2026
Berita Lainnya
Selama Nataru 2025/2026, Arus Pelanggan Banyuwangi-Malang-Purwokerto Tumbuh
- Sabtu, 10 Januari 2026
Teknologi Karya (TRON) Masuki Ekosistem Kendaraan Listrik Lewat Penambahan Usaha
- Sabtu, 10 Januari 2026
PNM Tanam 374.839 Pohon Perkuat Gerakan di Hari Satu Juta Pohon Nasional
- Sabtu, 10 Januari 2026










_masuki_ekosistem_kendaraan_listrik_lewat_penambahan_usaha.jpg)


