Kalbe Farma Optimistis 2026, Inovasi dan Ekspansi Jadi Fokus Utama
- Jumat, 02 Januari 2026
JAKARTA — PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menatap tahun 2026 dengan optimisme, menegaskan posisi sebagai salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.
Perusahaan berencana melanjutkan berbagai inisiatif pertumbuhan yang mencakup seluruh lini usaha, mulai dari obat resep, produk kesehatan, nutrisi, hingga distribusi dan logistik. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat performa bisnis meski tantangan global masih membayangi.
Head External & Stakeholders Relation Kalbe Farma, Hari Nugroho, menjelaskan bahwa perusahaan menargetkan pertumbuhan positif sepanjang 2026 sejalan dengan inisiatif dan strategi bisnis yang telah disiapkan. “Untuk 2026, Kalbe menargetkan pertumbuhan positif seiring dengan seluruh inisiatif dan strategi bisnis yang telah kami siapkan,” ujar Hari.
Baca JugaWisata dengan Kereta Panoramic Kian Diminati, Pelanggan Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
Fokus pada Inovasi dan Kemitraan
Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan dan produk kesehatan menjadi peluang besar bagi Kalbe untuk mengembangkan lini usaha secara berkelanjutan. Perusahaan fokus pada inovasi produk dan penguatan kemitraan strategis sebagai motor utama pertumbuhan.
“Kalbe tetap melihat peluang pertumbuhan yang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan kesehatan,” tambah Hari.
Secara operasional, kapasitas produksi perusahaan dinilai masih cukup untuk menopang ekspansi. Meski sebagian bahan baku nutrisi masih bergantung pada dolar AS, Kalbe terus memantau volatilitas nilai tukar dan mengantisipasi potensi risiko untuk memastikan stabilitas pasokan.
“Inovasi tetap dilakukan di sisi pengembangan produk agar relevan dengan kebutuhan pasar,” kata Hari. Upaya ini mencakup riset dan pengembangan obat, nutrisi, dan layanan kesehatan yang semakin menyesuaikan dengan tren dan kebutuhan konsumen.
Bisnis Alat Kesehatan sebagai Motor Pertumbuhan Baru
Selain lini obat dan nutrisi, bisnis alat kesehatan (alkes) diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan baru perusahaan. Pada 2025, segmen alkes telah menunjukkan kinerja positif, dan Kalbe berencana mendorongnya lebih agresif pada 2026 melalui sejumlah proyek yang tengah berjalan.
“Beberapa proyek masih on progress sesuai pipeline. X-ray dan dialyzer sudah mulai produksi, sedangkan CT scan masih dalam proses dan berkolaborasi dengan GE Healthcare,” jelas Hari. Inisiatif ini diharapkan memperkuat lini distribusi dan logistik sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar alat kesehatan domestik dan regional.
Ekspansi Alkes Dukung Distribusi dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Ekspansi di sektor alkes tidak hanya memperluas portofolio produk, tetapi juga mendukung pertumbuhan berkelanjutan Kalbe Farma. Dengan mengintegrasikan produksi alat kesehatan ke dalam sistem distribusi dan logistik yang sudah ada, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memastikan ketersediaan produk di seluruh jaringan pasar.
Seiring dengan strategi ekspansi dan inovasi, Kalbe juga mempertimbangkan tren global serta dinamika ekonomi domestik. Penyesuaian terhadap permintaan pasar, pergeseran regulasi, dan fluktuasi nilai tukar menjadi faktor yang terus dipantau untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan perusahaan.
Kemitraan Strategis untuk Mempercepat Akses Teknologi
Selain fokus pada produk dan alkes, Kalbe juga mengembangkan kemitraan strategis dengan perusahaan global, termasuk GE Healthcare, untuk mempercepat akses teknologi canggih dan inovasi dalam alat kesehatan. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memastikan produk dan layanan perusahaan tetap relevan di pasar yang kompetitif.
Tahun 2026 menjadi momen penting bagi Kalbe untuk memperkuat posisinya di sektor farmasi dan kesehatan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga mengembangkan strategi jangka panjang melalui inovasi, ekspansi alkes, dan peningkatan kapasitas distribusi.
Momentum Pertumbuhan dan Kepercayaan Investor
Dengan pondasi yang kuat, kapasitas produksi yang memadai, dan pipeline inovasi yang menjanjikan, Kalbe Farma diyakini mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi tantangan global. Langkah ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan investor dan memperluas pangsa pasar perusahaan.
Melalui strategi ini, Kalbe Farma menunjukkan bahwa kombinasi inovasi produk, ekspansi alat kesehatan, dan penguatan distribusi menjadi kunci keberhasilan untuk mempertahankan performa positif dan menjadikan 2026 sebagai tahun yang produktif.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Transformasi Kawasan Industri Indonesia 2025 Menuju Ekosistem Modern dan Investasi Global
- Jumat, 02 Januari 2026
Penurunan Harga Referensi CPO dan Kakao Januari 2026 Dipengaruhi Produksi Global
- Jumat, 02 Januari 2026
Chandra Asri (TPIA) Perkuat Infrastruktur Energi Regional Lewat Akuisisi SPBU Esso
- Jumat, 02 Januari 2026
Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Pertumbuhan Bisnis 2026 Didorong Inovasi dan Alkes
- Jumat, 02 Januari 2026
BUMA Lakukan Restrukturisasi Direksi dan Komisaris Demi Perkuat Eksekusi Operasional
- Jumat, 02 Januari 2026
Berita Lainnya
Chandra Asri (TPIA) Perkuat Infrastruktur Energi Regional Lewat Akuisisi SPBU Esso
- Jumat, 02 Januari 2026
Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Pertumbuhan Bisnis 2026 Didorong Inovasi dan Alkes
- Jumat, 02 Januari 2026
BUMA Lakukan Restrukturisasi Direksi dan Komisaris Demi Perkuat Eksekusi Operasional
- Jumat, 02 Januari 2026










_(5).jpg)