BEI: 679 Waran Terstruktur Terbit, 100-200 Unit Masih Antre di Pipeline

BEI: 679 Waran Terstruktur Terbit, 100-200 Unit Masih Antre di Pipeline
Penulis: Salsabila Ridwan
Sabtu, 19 September 2026 | 17:22:00 WIB

TEROPONGBISNIS.ID — Bursa Efek Indonesia mencatat 679 waran terstruktur telah diterbitkan hingga September 2026, dengan sekitar 100-200 unit masih dalam pipeline penerbit hingga akhir tahun. Perluasan underlying dari IDX30 ke IDX80 menjadi pendorong utama pertumbuhan instrumen derivatif ini.

Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI Pradapaningsih menyampaikan angka tersebut saat ditemui di kantor BEI, Sabtu (19/9/2026). Menurutnya, jumlah penerbitan tahun ini sudah melampaui capaian sepanjang tahun lalu.

"Kalau dari pipeline penerbit, setahu saya masih ada sekitar 100–200 waran terstruktur yang akan diterbitkan lagi di tahun ini. Kami harapkan pastinya akan lebih dari tahun kemarin sih karena sampai September ini sudah lebih dari tahun kemarin ya," ujarnya.

Perluasan Underlying IDX30 ke IDX80 Jadi Katalis

Peningkatan penerbitan waran terstruktur sejalan dengan perluasan underlying dari IDX30 ke IDX80. Pradapaningsih menilai langkah tersebut memperbanyak pilihan saham yang bisa dijadikan dasar penerbitan waran.

"Karena sejak pembukaan scope dari IDX30 ke IDX80 itu kan memang pertumbuhannya makin meningkat jadi harapannya ke depannya dari sisi penerbit juga mereka akan semakin banyak menerbitkan waran terstrukturnya, karena underlyingnya kan macam-macam," kata Prada.

Data BEI menunjukkan pergeseran komposisi yang jelas antara kedua indeks tersebut. Sepanjang Januari–Agustus 2026, pencatatan waran terstruktur dengan underlying IDX80 mencapai 370 unit, naik dari 303 penerbitan sepanjang 2025.

Sebaliknya, waran terstruktur dengan underlying IDX30 tercatat 256 unit pada Januari–Agustus 2026. Angka itu turun dari 344 penerbitan sepanjang 2025.

Pilihan Saham Lebih Menarik bagi Investor

Perluasan ke IDX80 dinilai memberi ruang lebih luas bagi investor waran terstruktur. Pradapaningsih menyebut saham-saham dengan pergerakan harga menarik kini bisa masuk sebagai underlying.

"Nah ketika kami buka ke IDX80, lebih banyak saham yang sedang menarik. Itu yang kemudian yang dijadikan underlying waran terstruktur," tegasnya.

Bagi penerbit, bertambahnya opsi underlying membuka peluang menerbitkan lebih banyak seri waran dengan karakter risiko dan imbal hasil yang beragam. Kondisi ini berpotensi memperdalam pasar derivatif domestik.

BEI berharap tren positif penerbitan waran terstruktur berlanjut hingga akhir 2026. Dengan pipeline yang masih tersisa, jumlah instrumen yang tercatat berpotensi melampaui realisasi tahun sebelumnya.

Reporter: Salsabila Ridwan