B50 Setop Impor Solar per 1 Juli, Prabowo Bidik Bensin dari Batu Bara

B50 Setop Impor Solar per 1 Juli, Prabowo Bidik Bensin dari Batu Bara
Penulis: Ratna Kartika
Sabtu, 19 September 2026 | 16:42:00 WIB

TEROPONGBISNIS.ID — Pemerintah menghentikan impor solar sejak 1 Juli setelah program pencampuran minyak sawit 50% atau B50 berjalan. Presiden Prabowo Subianto kini membidik sumber energi baru, yakni bensin berbahan dasar batu bara, sebagai lanjutan upaya swasembada energi nasional.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keberhasilan program B50 membuat Indonesia tidak lagi mendatangkan solar dari luar negeri. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Prabowo, capaian tersebut lahir dari kerja akademisi dan profesor di berbagai fakultas teknik dalam negeri. Mereka berhasil mengolah minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menjadi campuran bahan bakar solar.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo.

Solar Mandiri Sejak 1 Juli

Penghentian impor solar berlaku mulai 1 Juli. Prabowo menyebut langkah itu menempatkan Indonesia pada posisi mandiri di tengah tekanan pasokan energi global.

"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," tuturnya.

Kondisi pasar dunia yang dilanda konflik membuat solar sulit diperoleh, bahkan ketika anggaran tersedia. Prabowo menilai produksi dalam negeri berbasis kelapa sawit menjadi jalan keluar dari persoalan itu.

"Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit," ucapnya.

Bensin dari Batu Bara Jadi Target Berikutnya

Setelah solar, pemerintah mengarahkan perhatian ke produksi bensin berbahan dasar batu bara. Rencana ini disebut sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada energi nasional.

Batu bara merupakan salah satu komoditas tambang andalan Indonesia dengan cadangan besar. Pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair membuka peluang mengurangi ketergantungan pada impor produk minyak bumi.

Prabowo tidak merinci berapa target produksi, nilai investasi, maupun jadwal pelaksanaan proyek bensin dari batu bara. Pemerintah juga belum menyebut lokasi fasilitas pengolahan yang akan dibangun.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Energi

Kebijakan B50 menyentuh langsung industri sawit nasional karena permintaan CPO untuk bahan bakar campuran meningkat. Produsen CPO dan pelaku hilirisasi sawit berpotensi mencatat kenaikan serapan domestik.

Di sisi lain, rencana bensin dari batu bara membuka wacana baru bagi perusahaan tambang dan pengembang teknologi gasifikasi maupun pencairan batu bara. Skema ini masih menunggu kepastian regulasi dan insentif dari pemerintah.

Bagi konsumen, penghentian impor solar belum otomatis menurunkan harga di pompa. Harga bahan bakar tetap dipengaruhi struktur subsidi, pajak, dan biaya distribusi yang ditetapkan pemerintah.

Reporter: Ratna Kartika