Kenaikan Harga Ayam dan DOC Dorong Prospek Industri Poultry

Ilustrasi Ayam (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 19 September 2026 | 01:09:10 WIB

JAKARTA – Harga ayam hidup (livebird) dan bibit ayam usia sehari (Day-Old Chick/DOC) mencatat kenaikan signifikan pada Agustus 2026. Tren tersebut menjadi katalis bagi prospek kinerja industri perunggasan pada paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan data operasional, rata-rata harga jual ayam hidup pada Agustus 2026 mencapai Rp24.351 per kilogram. Harga tersebut melonjak 30,5% secara bulanan (month-on-month/MoM) dan tumbuh 30,1% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Dengan kenaikan tersebut, rata-rata harga livebird selama delapan bulan pertama 2026 mencapai Rp20.652 per kilogram. Angka ini meningkat 15,1% dibandingkan rata-rata harga pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada harga DOC. Pada Agustus 2026, harga DOC mencapai Rp7.275 per ekor, atau melesat 37,6% secara bulanan dan 22,5% secara tahunan.

Secara kumulatif hingga Agustus 2026, rata-rata harga DOC mencapai Rp5.992 per ekor. Realisasi tersebut meningkat 18,7% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penguatan harga ayam hidup dan DOC mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan (supply-demand) yang semakin ketat di pasar perunggasan. Pergerakan tersebut juga terjadi ketika kuartal III menjadi periode puncak panen industri.

Periode tersebut biasanya menyumbang sekitar 30% dari total produksi tahunan industri perunggasan. Dengan kondisi harga yang menguat, margin pelaku usaha poultry berpotensi memperoleh dukungan pada paruh kedua 2026.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Ahmad Faris Mu'tashim mengatakan, sektor perunggasan diproyeksikan tetap stabil karena permintaan ayam ras atau broiler masih solid.

"Kami melihat sektor poultry masih akan relatif stabil, melihat data permintaan ayam broiler yang masih solid. Katalis dari program MBG masih menjadi growth driver bagi industri poultry," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Ahmad Faris Mu'tashim, selain faktor musiman, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bagi industri perunggasan nasional. Program tersebut berpotensi menjaga permintaan ayam broiler ke depan.

Kondisi harga ayam dan DOC yang menguat juga menjadi perhatian bagi emiten yang bergerak di sektor perunggasan. Salah satunya PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), yang tengah menjalankan sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki kondisi keuangannya.

Untuk jangka pendek, Ahmad Faris Mu'tashim menyampaikan, langkah strategis yang dilakukan AYAM berkaitan dengan upaya deleveraging atau mengurangi porsi utang. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki arus kas bebas (free cash flow) perseroan.

Namun, prospek jangka panjang AYAM masih perlu dicermati dari perkembangan Janu Micro Ecosystem (JMC) yang tengah dikembangkan perseroan. Efektivitas platform tersebut akan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan strategi bisnis AYAM.

Ahmad Faris Mu'tashim menambahkan bahwa investor perlu mencermati sejauh mana pengembangan JMC dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan.

Reporter: Akbar