IHSG Berpotensi Menguat ke 6.550, Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Jumat (18/9). Pelaku pasar mencermati perkembangan harga minyak serta respons pasar setelah keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan.
Setelah terkoreksi selama enam hari beruntun, IHSG berhasil rebound 0,40% ke level 6.462,43 pada penutupan perdagangan Kamis (17/9).
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG berpotensi bergerak stagnan dengan kecenderungan menguat pada hari ini. Dari sisi teknikal, IHSG masih bertahan di atas level 6.400 dengan indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold.
Berdasarkan kondisi tersebut, Alrich memprediksi IHSG bergerak dalam rentang 6.400-6.550 pada hari ini.
Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memproyeksikan IHSG berpeluang kembali menguat pada Jumat (18/9). "Proyeksinya ada di rentang 6.400-6.510," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saat ini, pasar mencermati respons investor setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 bps atau sesuai ekspektasi. The Fed juga mengisyaratkan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini.
Di sisi lain, harga minyak mulai melandai sehingga memberikan sentimen positif tambahan bagi pasar saham, meski tetap terdapat risiko inflasi harga energi.
Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada arah kebijakan Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara. Selain itu, pasar mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada pertengahan pekan depan.
Nico menyebut saham-saham dari sektor energi, bahan material, properti, serta transportasi dan logistik dapat dicermati oleh para investor pada Jumat (18/9).