AS Tunda Pengumuman Tarif Impor Baru Jelang KTT Trump-Xi Jinping

Penulis: Redaksi
Jumat, 18 September 2026 | 08:29:00 WIB

TEROPONGBISNIS.ID — Amerika Serikat menunda pengumuman tarif impor baru terkait dugaan kapasitas produksi berlebih dari mitra dagangnya. Penundaan ini dilakukan setidaknya hingga selesainya KTT yang direncanakan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pekan depan.

Penundaan tersebut diungkapkan oleh sejumlah sumber yang mengetahui masalah itu kepada Bloomberg News. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan pemerintah AS berniat merilis laporan perdagangan soal kapasitas berlebih sebelum pertemuan puncak pemimpin AS-China.

Laporan itu akan merekomendasikan tarif sebesar 7,5% pada barang-barang China. Namun, alasan pasti di balik penundaan pengumuman tersebut masih belum jelas.

Tarif Berpotensi Kembali ke Level 20%

Hingga kini, belum diketahui apakah tarif final akan berubah dari tingkat yang sebelumnya diperkirakan. Tarif tersebut berpotensi mengembalikan bea masuk era kedua pemerintahan Trump terhadap China ke kisaran 20%.

Tingkat itu sebelumnya disebut Beijing sejalan dengan kesepakatan gencatan perdagangan dengan Washington. Kepastian soal besaran tarif final masih menunggu hasil pertemuan kedua pemimpin.

Penyelidikan Pasal 301 Sejak Maret

Pada Maret, pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan terhadap belasan mitra dagang utama. Penyelidikan ini menggunakan dasar Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan 1974 terkait kekhawatiran atas kapasitas produksi berlebih.

Tarif yang diperkirakan akan diberlakukan tersebut bakal menambah beban bea masuk yang sudah diterapkan terkait isu kerja paksa. Kombinasi keduanya pada akhirnya diperkirakan mendorong tingkat tarif mendekati bea masuk khusus negara yang diberlakukan Trump.

Namun, bea masuk khusus negara itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS awal tahun ini. Kondisi ini membuat arah kebijakan tarif Washington terhadap Beijing kembali tidak pasti.

Dampak ke Pelaku Pasar dan Rantai Pasok

Bagi pelaku pasar, penundaan ini memberi ruang napas sementara bagi eksportir China dan importir AS yang selama ini bergantung pada rantai pasok lintas Pasifik. Ketidakpastian tarif membuat perusahaan menahan keputusan investasi dan kontrak jangka panjang.

Investor di kawasan Asia, termasuk Indonesia, perlu mencermati perkembangan KTT Trump-Xi Jinping. Eskalasi tarif AS-China kerap memicu peralihan arus dagang yang berdampak ke harga komoditas dan nilai tukar negara berkembang.

Pengumuman resmi soal besaran dan cakupan tarif baru masih ditunggu setelah pertemuan puncak kedua pemimpin digelar. Pasar akan mencermati apakah tingkat tarif benar-benar menyentuh 20% atau berubah dari perkiraan awal.

Reporter: Redaksi