IHSG Turun 0,38 Persen, Asing Lepas 4 Saham Bank Besar

Ilustrasi saham perbankan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 17 September 2026 | 23:57:49 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada perdagangan Rabu (16/9/2026), setelah sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan. Aksi jual investor asing terhadap saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi salah satu perhatian pasar.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85. Padahal, pada pukul 09.32 WIB, indeks sempat menguat 1,02% ke posisi 6.526,81.

Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp624,7 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran aksi jual asing. Tercatat, empat saham bank besar membukukan akumulasi net sell sebesar Rp344,6 miliar.

Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham perbankan yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp238,4 miliar. Selanjutnya, Bank Central Asia (BBCA) mencatat net sell Rp57,9 miliar, Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp24,2 miliar, serta Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp24,1 miliar.

Dengan demikian, aksi jual asing pada empat saham bank besar tersebut menyumbang sekitar 55% dari total net sell asing di pasar saham.

Berikut 10 saham dengan net sell terbesar pada perdagangan kemarin:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp238,4 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp102 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp57,9 miliar
  • PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Rp50,4 miliar
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp40,5 miliar
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp27,6 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp24,2 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp24,1 miliar
  • PT Astra International Tbk (ASII) - Rp22,6 miliar
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN) - Rp19,1 miliar

Sementara itu, secara keseluruhan, data perdagangan menunjukkan sebanyak 456 saham melemah, 213 saham menguat, dan 294 saham tidak bergerak.

Perubahan arah IHSG dari penguatan pada pagi hari menjadi pelemahan pada penutupan menunjukkan tekanan jual meningkat sepanjang perdagangan.

Reporter: Ibtihal