TEROPONGBISNIS.ID — PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) memastikan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga sahamnya, merespons permintaan klarifikasi Bursa Efek Indonesia atas volatilitas transaksi efek perseroan. Saham bank milik Hary Tanoesoedibjo itu masih tertahan di level Rp50 dalam sebulan terakhir, terkoreksi 13,7% dibandingkan posisi awal tahun Rp58 pada 2 Januari 2026.
Corporate Secretary Bank MNC Internasional Edward Kennetze menyampaikan pernyataan tersebut melalui keterbukaan informasi pada Kamis (17/9/2026). Klarifikasi ini menjawab surat BEI nomor S-11912/BEI.PP2/09-2026 yang mempertanyakan volatilitas transaksi efek BABP.
Manajemen menegaskan tidak ada informasi maupun fakta material yang belum disampaikan ke publik. Pernyataan itu merujuk pada ketentuan POJK Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
Alasan BEI Meminta Klarifikasi
Permintaan klarifikasi muncul setelah pergerakan transaksi saham BABP dinilai tidak biasa. BEI rutin mengirim surat konfirmasi ketika ada pola transaksi yang menyimpang dari kebiasaan.
Hingga kini, harga saham BABP bertahan di Rp50 selama sebulan terakhir. Posisi itu jauh dari level awal tahun yang mencapai Rp58 per saham.
Dengan kapitalisasi pasar yang relatif kecil, saham BABP tergolong tipis likuiditasnya. Pergerakan harga sekecil apa pun bisa memicu lonjakan persentase yang terlihat signifikan.
Soal Kepemilikan dan Jaminkan Saham
Bank MNC juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan. Rujukannya adalah POJK Nomor 4 Tahun 2024 yang mengatur kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka serta aktivitas menjaminkan saham.
"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik," kata Edward dalam keterbukaan informasi BEI.
Pernyataan serupa juga disampaikan terkait Peraturan I-E BEI. Manajemen memastikan tidak ada informasi material yang ditahan dari publik.
Tidak Ada Aksi Korporasi Tiga Bulan ke Depan
Dari sisi rencana strategis, Bank MNC memastikan belum menyiapkan aksi korporasi dalam waktu dekat. Edward menyebut kondisi itu berlaku setidaknya untuk periode tiga bulan mendatang.
Artinya, tidak ada rencana right issue, dividen, maupun aksi korporasi lain yang berpotensi mengubah pencatatan saham BABP di bursa dalam jangka pendek.
Perseroan juga menegaskan tidak ada kejadian penting lain yang bersifat material dan belum diungkap ke publik. Baik yang berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Apa Artinya bagi Investor BABP
Jawaban manajemen menutup spekulasi soal adanya informasi tersembunyi di balik pergerakan saham BABP. Namun, klarifikasi "tidak tahu" bukan jaminan harga saham akan bergerak positif.
Investor perlu mencermati likuiditas saham ini. Volume transaksi yang tipis membuat harga rentan berfluktuasi meski tanpa katalis fundamental.
Dari sisi kinerja, tidak ada data keuangan baru yang disampaikan dalam keterbukaan informasi kali ini. Pasar masih menunggu laporan kinerja berikutnya untuk menilai prospek bank tersebut.
Posisi saham di Rp50 dengan koreksi 13,7% year-to-date menunjukkan tekanan jual masih berlanjut. Tanpa katalis baru, sulit bagi BABP untuk keluar dari tren penurunan dalam waktu dekat.