TEROPONGBISNIS.ID — Jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru tercatat 4.000 meter pada Rabu (16/9/2026) pukul 10.00 WIB, di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Riau. Kondisi itu dinilai masih dalam batas aman sehingga operasional penerbangan berjalan lancar. Hingga pagi itu, sembilan pesawat telah berangkat dan delapan lainnya mendarat.
General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru Achmad menyatakan pihaknya tidak menghentikan layanan penerbangan meski kabut asap menurunkan kualitas udara di sekitar bandara. Menurut dia, angka jarak pandang 4.000 meter masih memenuhi ambang keselamatan yang ditetapkan otoritas penerbangan.
“Per pukul 10.00 WIB, jarak pandang berada di angka 4.000 meter. Aktivitas penerbangan berjalan lancar, aman, dan normal,” kata Achmad dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Jarak Pandang 4.000 Meter dan Ambang Batas Keselamatan
Jarak pandang menjadi indikator utama dalam menentukan apakah sebuah bandara layak mengoperasikan penerbangan di tengah cuaca buruk. Semakin rendah visibilitas, semakin besar risiko bagi pilot saat lepas landas maupun mendarat.
Angka 4.000 meter yang tercatat di Bandara SSK II Pekanbaru berada jauh di atas ambang minimum yang biasanya memicu penundaan atau pengalihan penerbangan. Karena itu, tidak ada jadwal keberangkatan maupun kedatangan yang dibatalkan pada periode pemantauan pukul 10.00 WIB.
Hingga waktu tersebut, tercatat sembilan penerbangan berangkat dari bandara dan delapan penerbangan tiba. Data itu menunjukkan lalu lintas udara di Pekanbaru belum terganggu secara signifikan oleh kabut asap.
Pemantauan Cuaca Berkala Bersama BMKG
Bandara SSK II Pekanbaru tidak memantau kondisi cuaca sendirian. Achmad menyebut pihaknya berkoordinasi rutin dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membaca pergerakan kabut asap dari waktu ke waktu.
Pemantauan itu mencakup arah angin, kelembapan, serta potensi penebalan asap yang bisa menurunkan jarak pandang secara mendadak. Jika visibilitas turun mendekati batas kritis, bandara dapat mengubah prosedur operasional sesuai aturan keselamatan penerbangan.
“Kami terus memantau pergerakan cuaca secara berkala bersama BMKG demi memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa penerbangan,” ujarnya.
Dampak Kabut Asap bagi Warga dan Transportasi Udara
Kabut asap yang melanda Riau tidak hanya berdampak pada sektor penerbangan. Kualitas udara yang memburuk berpotensi mengganggu kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Bagi penumpang pesawat, kondisi ini menuntut kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan jadwal mendadak. Meski pagi ini penerbangan normal, penebalan asap pada sore atau malam hari bisa memaksa bandara menyesuaikan operasional.
Achmad berharap kabut asap di Riau segera teratasi. Dengan begitu, aktivitas masyarakat dan layanan transportasi udara dapat terus berjalan tanpa hambatan berarti.
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi salah satu pintu masuk utama ke Riau. Kelancaran operasionalnya berperan langsung terhadap mobilitas penumpang, arus logistik, dan kegiatan ekonomi daerah.