Laju AI Diminta Diperlambat, Saham Nvidia Turun 3,3 Persen

Ilustrasi Saham perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan pada Senin (14/9). (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 16 September 2026 | 01:24:33 WIB

JAKARTA - Saham perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan pada Senin (14/9). Penurunan terjadi setelah sejumlah petinggi Anthropic, OpenAI, dan SpaceX menyerukan agar perkembangan teknologi AI diperlambat karena kekhawatiran teknologi tersebut dapat berkembang di luar kendali dan mengancam kelangsungan hidup manusia.

Saham Nvidia, perusahaan semikonduktor nomor 1 dunia, turun 3,3 persen pada penutupan perdagangan di New York, Senin (14/9). Pada periode yang sama, saham Advanced Micro Devices terkoreksi 4 persen, sedangkan Micron Technology dan Sandisk masing-masing melemah 5 persen.

Indeks saham teknologi Nasdaq juga ditutup turun 0,5 persen pada akhir perdagangan.

Tekanan juga terjadi pada saham SoftBank, investor asal Jepang yang menjadi salah satu pendukung besar OpenAI. Saham SoftBank anjlok 13 persen. Sementara itu, indeks saham Kospi Korea Selatan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap produsen chip untuk perusahaan AI turut merosot 3 persen.

Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), salah satu pemasok mikrochip utama dunia, juga turun 1,2 persen. Di Eropa, saham ASML, produsen teknologi asal Belanda yang menjadi perusahaan terbesar di Eropa berdasarkan nilai pasar sekaligus pemasok penting industri semikonduktor, anjlok hingga 6 persen.

Di tengah tekanan saham teknologi tersebut, perusahaan yang sebelumnya dinilai terancam oleh perkembangan AI justru mencatatkan penguatan. Saham perusahaan grup periklanan WPP melonjak 5 persen di London, sedangkan perusahaan analisis Relx turut naik 5 persen.

Relx sebelumnya sempat mengalami penurunan tajam pada awal tahun ini setelah Anthropic meluncurkan serangkaian alat data dan otomatisasi baru.

Aksi jual saham perusahaan teknologi tersebut berlangsung setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan agar industri AI mengerem laju pengembangan teknologi tersebut.

Dalam sebuah esai sepanjang 3.800 kata, Amodei mengakui adanya kemungkinan manusia kehilangan kendali atas AI. Ia juga menilai teknologi tersebut dapat disalahgunakan untuk serangan siber, bioterorisme, serta memicu gangguan ekonomi yang serius.

Amodei menyatakan bahwa pengembangan teknologi AI yang dilakukan terlalu cepat merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Ia juga memperingatkan bahwa agen AI pada masa mendatang dapat meretas seluruh jaringan internet dan menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar dolar.

Reporter: Ibtihal