NEW YORK – Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (8/9/2026), tertekan oleh kenaikan harga minyak yang kembali memicu kecemasan inflasi. Pasar saat ini sedang menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Reuters, harga emas spot melemah 0,4% menjadi US$ 4.385,09 per ons troi hingga pukul 14.22 EDT atau 18.22 GMT. Di sisi lain, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember merosot 1% dan ditutup pada posisi US$ 4.430,10 per ons troi.
"Emas masih bergerak dalam kisaran terbatas," kata Daniel Pavilonis, senior market strategist StoneX sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor penekan harga emas.
Harga minyak mentah Brent mendekati US$100 per barel pascaserangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi Arab Saudi, sementara Iran juga mengancam AS dengan "perang ekonomi" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harga Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 24 Juli di angka US$99,46 per barel. Lonjakan tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi pasar mengenai kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September.
Pasar pun masih mencerna data ketenagakerjaan AS yang tercatat lebih kuat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada bulan Agustus, sedangkan tingkat pengangguran tetap bertahan pada angka 4,1%.
Kondisi tersebut sempat membuat harga emas anjlok hingga 2,4% pada Jumat (4/9). Hal ini terjadi karena pasar menilai ketahanan pasar tenaga kerja dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, para pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed berada di sekitar 60% pada pertemuan September, naik dari sekitar 50% sebelum rilisnya data ketenagakerjaan.
Fokus investor berikutnya tertuju pada data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis dan indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) pada hari Jumat.
Data inflasi tersebut bakal menjadi petunjuk tambahan terkait arah kebijakan moneter The Fed. Kenaikan suku bunga cenderung menekan daya tarik emas lantaran logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Pada pasar logam mulia lainnya, harga perak merangkak naik 0,3% menjadi US$66,34 per ons troi. Platinum menguat 1,1% ke level US$1.843,99, sedangkan palladium melemah 2,5% menjadi US$1.354,15 per ons troi.