Harga Batu Bara Capai Rekor 11 Pekan dan Rekomendasi Saham Emitennya

Ilustrasi batu bara (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 09 September 2026 | 01:21:24 WIB

JAKARTA – Harga batu bara melonjak hingga menembus level 145 dollar AS per ton pada awal September 2026.

Tingginya permintaan energi dunia serta adanya ancaman pasokan menjadikan level ini sebagai yang tertinggi dalam 11 pekan.

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa kenaikan harga batu bara ini terjadi di tengah laju perkembangan energi terbarukan.

Kapasitas listrik tenaga surya di China saat ini bahkan dilaporkan telah melampaui batu bara untuk pertama kalinya.

“Penguatan terjadi meski China mencatat kapasitas listrik tenaga surya kini melampaui batu bara, untuk pertama kalinya,” tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Selasa pagi (8/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kendati demikian, batu bara tetap menjadi penopang utama pembangkit listrik global dengan jumlah produksi mendekati 11.000 terawatt-hour (TWh) pada 2026.

Melonjaknya kebutuhan listrik dunia mengakibatkan peralihan dari batu bara ke energi terbarukan berlangsung lebih lambat.

International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional turut memproyeksikan batu bara akan bertahan sebagai sumber pembangkit listrik terbesar hingga 2030.

“IEA memperkirakan batu bara masih menjadi sumber pembangkit terbesar hingga 2030,” lanjut BRI Danareksa sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang memperketat pasokan liquefied natural gas (LNG) global dan mendongkrak harga energi turut memperkuat prospek permintaan batu bara.

Sejumlah saham emiten yang berkaitan dengan tren penguatan harga batu bara ini meliputi PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Saham-saham emiten batu bara tersebut tercatat menguat pada penutupan perdagangan Senin (7/9/2026) sejalan dengan kenaikan harga batu bara di pasar internasional.

Saham PTBA menguat 130 poin atau 4,51 persen hingga ditutup pada level Rp 3.010 per saham.

PTBA sempat berada di posisi puncak Rp 3.040 dengan volume perdagangan mencapai 925,70 juta saham dan nilai transaksi Rp 277,90 miliar.

Kenaikan senada juga dialami saham ITMG yang melonjak 425 poin atau 1,63 persen ke tingkat Rp 26.525 per saham.

Saham ITMG sempat menyentuh angka tertinggi Rp 26.725 dengan volume transaksi 14,87 juta saham serta nilai transaksi Rp 39,53 miliar.

Saham AADI turut terangkat 450 poin atau 4 persen ke level Rp 11.700 per saham.

Saham AADI sempat merambah level tertinggi Rp 11.850.

Volume transaksi saham AADI tercatat sebanyak 181,09 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 211,70 miliar.

Di sisi lain, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terangkat 10 poin atau 4,76 persen ke posisi Rp 220 per saham.

Saham BUMI sempat menyentuh level tertinggi Rp 226.

Volume perdagangan saham BUMI mencapai 57,37 juta saham dengan total nilai transaksi Rp 1,26 triliun.

Berbeda dari saham emiten batu bara lainnya, saham CUAN justru terkoreksi 5 poin atau 0,53 persen ke level Rp 935 per saham.

Saham CUAN sempat mencatatkan posisi tertinggi Rp 965 dan terendah Rp 920.

Volume transaksi saham CUAN tercatat sebanyak 4,06 juta saham dengan nilai transaksi Rp 383,27 miliar.

Reporter: Akbar