Satgas dan Bulog Pastikan Harga Beras di Bandung Sesuai HET

Ilustrasi beras di pasar tradisional Kota Bandung (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 03 September 2026 | 23:55:46 WIB

BANDUNG – Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung, Jawa Barat, diklaim masih terkendali dan berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga dan Mutu Beras bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat pun sudah mengecek langsung ke beberapa pasar.

Pengecekan dilakukan bersama Perum Bulog Kanwil Jabar dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Pasar Sederhana serta Pasar Kosambi, Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).

Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras, Jhon Hendra mengatakan, harga beras medium di kedua pasar tersebut berada di kisaran Rp13.500 per kilogram. Sementara beras premium dijual sekitar Rp14.900 per kilogram, kemudian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih berada di harga Rp12.500 per kilogram.

"Dari dua titik yang kami lihat tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET," ujar Jhon di Pasar Kosambi Bandung sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain memantau harga, Satgas memastikan ketersediaan beras di Jawa Barat masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jhon mengungkapkan, kondisi tersebut tidak terlepas dari langkah Bulog yang sejak awal tahun mempercepat penyerapan gabah dari petani.

Adapun sampai saat ini penyerapan gabah disebut telah mencapai 640 ribu ton. Menurutnya, stok juga diperkirakan kembali bertambah karena sejumlah daerah akan memasuki masa panen pada September hingga November 2026.

"Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan," kata Jhon sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Insyaallah dengan ketersediaan stok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat, Yuliani Alzam, mengatakan Bulog tetap menjaga harga beras yang disalurkan melalui jalur resminya agar sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Untuk beras premium, harga yang ditetapkan Bulog sebesar Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram.

"Untuk penjualan dari kami, beras premium tetap di harga Rp14.900 dan SPHP di Rp12.500 per kilogram," kata Yuliani sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, Yuliani mengakui harga beras di tingkat pedagang dapat mengalami perubahan karena tidak seluruh pedagang memperoleh pasokan langsung dari Bulog.

"Memang di banyak pedagang, karena mereka juga mengambilnya dari petani atau mitra lainnya, harga memang fluktuatif sehingga kami tidak bisa mengintervensi langsung," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Tetapi jika stok itu bersumber dari Bulog, harga kami pastikan sesuai dengan HET yang dikeluarkan pemerintah," kata Yuliani sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di tengah ancaman alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, Bulog Jabar juga mendorong penambahan lahan sawah baru untuk menjaga produksi pangan.

Yuliani mengatakan saat ini pembukaan sawah baru dilakukan di dua titik di Kabupaten Karawang, yakni Cikepuh dan Jatiragas.

"Untuk di Jawa Barat, kami membuat lahan sawah baru di wilayah Karawang pada dua titik, yaitu di daerah Cikepuh dan Jatiragas yang sudah berjalan saat ini," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Program tersebut, lanjut Yuliani, akan dikembangkan ke sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Salah satunya Cianjur yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan sawah baru pada 2027.

"Ke depan akan kami kembangkan lagi di wilayah kabupaten/kota lainnya, termasuk rencana di wilayah Cianjur pada tahun depan yang kini masih dalam proses persiapan," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar