Daftar Harga Sembako Surabaya Terbaru: Cabai Rawit Merah Melonjak 5 Persen

Ilustrasi Sembako (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 03 September 2026 | 23:55:16 WIB

JAKARTA – Pergerakan harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian utama masyarakat di Surabaya dan sekitarnya pada Kamis, 3 September 2026. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, sementara beberapa bahan pangan lainnya justru mulai melandai.

Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan harga beras premium dan sejumlah kebutuhan dapur bergerak naik pada pembaruan terbaru. Kenaikan yang paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, terutama jenis cabai rawit merah.

Sebagai catatan, angka tersebut merupakan harga acuan rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur yang menjadi referensi perkembangan harga di wilayah Surabaya, sehingga harga di masing-masing pasar dapat berbeda.

Beras masih menjadi komoditas utama yang paling diperhatikan masyarakat karena hampir selalu masuk dalam daftar belanja harian rumah tangga.

Pada pembaruan terbaru, harga beras premium tercatat Rp15.260 per kilogram. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp166 atau sekitar 1,10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, beras medium dijual di kisaran Rp12.869 per kilogram. Berbeda dari beras premium, harga beras medium justru mengalami penurunan.

Perbedaan pergerakan tersebut memberikan masyarakat pilihan yang lebih beragam ketika menyesuaikan anggaran belanja dengan kemampuan masing-masing.

Untuk kebutuhan rumah tangga, selisih harga antara beras medium dan premium cukup terasa jika dibeli dalam jumlah besar. Sebagai contoh, pembelian 5 kilogram beras premium membutuhkan dana sekitar Rp76.300 berdasarkan harga rata-rata tersebut, sedangkan beras medium sekitar Rp64.345.

Komoditas berikutnya yang turut menyita perhatian adalah gula pasir. Harga gula kristal putih saat ini berada pada angka Rp17.099 per kilogram.

Harga tersebut menandakan bahwa gula masih bertahan di kisaran Rp17 ribuan per kilogram. Perubahan harga gula tetap penting bagi rumah tangga maupun pelaku usaha makanan dan minuman karena komoditas ini merupakan bahan baku utama berbagai produk.

Pergerakan harga juga melanda komoditas minyak goreng. Harga minyak goreng curah tercatat Rp20.711 per kilogram, atau mengalami kenaikan sekitar Rp301 (1,48 persen).

Sementara itu, minyak goreng kemasan premium berada di kisaran Rp21.895 per liter. Minyak goreng kemasan sederhana dipatok sekitar Rp18.808 per liter, sedangkan Minyakita berada di kisaran Rp15.981 per liter.

Dengan kondisi tersebut, konsumen masih memiliki beberapa opsi minyak goreng berdasarkan jenis dan tingkatan harga.

Kebutuhan protein masyarakat juga mengalami penyesuaian harga. Telur ayam ras saat ini tercatat sekitar Rp24.677 per kilogram.

Harga telur tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp282 atau 1,16 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, harga telur ayam kampung berada jauh lebih tinggi, yakni sekitar Rp43.845 per kilogram.

Perbedaan harga yang lumayan jauh ini membuat telur ayam ras tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein harian dengan harga relatif terjangkau.

Jika ada satu komoditas yang memerlukan perhatian ekstra, cabai adalah salah satunya.

Harga cabai rawit merah melonjak sekitar 5 persen atau naik sebesar Rp2.932 per kilogram. Kenaikan ini menjadi salah satu lonjakan harga terbesar dalam pembaruan data kebutuhan pokok terbaru.

Cabai merah keriting turut merangkak naik sekitar Rp315 per kilogram atau 1,07 persen. Sementara cabai merah besar naik sekitar Rp429 per kilogram atau 1,67 persen.

Kondisi ini berpotensi menambah pengeluaran belanja bumbu dapur, terutama bagi masyarakat yang banyak mengonsumsi cabai dalam menu harian.

Berlawanan dengan cabai, harga kelompok bawang justru bergerak turun. Harga bawang merah berada di kisaran Rp27.330 per kilogram, sedangkan bawang putih sekitar Rp30.037 per kilogram.

Dalam pembaruan data terbaru, kedua komoditas bawang tersebut tercatat mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

Divergensi harga antara cabai dan bawang menunjukkan bahwa harga komoditas dapur tidak bergerak seragam. Faktor pasokan, produksi, rantai distribusi, hingga tingkat permintaan konsumen dapat merubah harga komoditas setiap harinya.

Sinyal positif datang dari komoditas daging ayam. Harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp38.266 per kilogram dan mengalami penurunan dari pembaruan sebelumnya.

Sementara daging ayam kampung dipatok di kisaran Rp65.857 per kilogram dan turut melandai.

Dengan harga ayam yang mulai turun, konsumen memiliki sedikit kelonggaran untuk mengatur ulang anggaran belanja protein hewani.

Secara keseluruhan, dinamika harga kebutuhan pokok pada awal September 2026 masih fluktuatif.

Beras premium, minyak goreng curah, telur ayam ras, serta berbagai jenis cabai mencatatkan kenaikan. Sebaliknya, beras medium, Minyakita, daging ayam, dan beberapa komoditas bawang tercatat turun.

Kondisi ini membuat masyarakat Surabaya perlu lebih cermat mengecek harga sebelum berbelanja, khususnya untuk komoditas yang kenaikannya tergolong cepat seperti cabai.

Perlu diingat pula bahwa harga yang dibayarkan konsumen di pasar tradisional, toko kelontong, pasar modern, maupun pusat perbelanjaan bisa berbeda dari harga rata-rata sistem pemantauan pemerintah.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk membandingkan harga di beberapa lokasi sebelum membeli, terutama jika alokasi kebutuhan belanja lumayan besar.

Reporter: Akbar