TEROPONGBISNIS.ID — PALANGKA RAYA — Pasar laptop bisnis premium di Indonesia kembali ramai dengan kehadiran ASUS ExpertBook Ultra. Perangkat anyar ini dibekali prosesor generasi terbaru dan diklaim mampu menandingi bahkan melampaui performa laptop flagship lain yang mengusung prosesor Intel Core Ultra 7 Series 2, terutama dalam hal komputasi AI.
Dengan bobot mulai dari 0,99 kilogram, ASUS menegaskan bahwa perangkat ini bukan sekadar laptop tipis, melainkan mesin kerja bertenaga yang siap menemani para profesional dalam berbagai skenario.
Mesin AI Bertenaga di Balik Bodi Ringkas
Klaim utama ASUS untuk ExpertBook Ultra terletak pada dapur pacunya. Perangkat ini dapat dikonfigurasi dengan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 388H, yang dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) berkemampuan hingga 50 TOPS (triliun operasi per detik).
- Prosesor: Intel Core Ultra X9 388H (generasi terbaru)
- NPU: Hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI
- Grafis: Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores
- Memori & Penyimpanan: RAM hingga 64 GB LPDDR5x dan SSD PCIe Gen 5 hingga 2 TB
- Sistem Operasi: Kompatibel penuh dengan Windows 11 dan fitur AI-nya
"ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H yang dipadukan dengan NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 TOPS," ujar Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, dalam keterangan resminya, Kamis (3/9).
Bagi pengguna, kekuatan NPU ini bukan sekadar angka. Ini berarti tugas-tugas berat seperti transkripsi real-time, penerjemahan bahasa, hingga optimasi kamera saat konferensi video dapat berjalan lebih mulus tanpa membebani baterai secara signifikan. ASUS menyematkan aplikasi ExpertMeet untuk kebutuhan tersebut, serta Zenni Claw yang memungkinkan pemrosesan AI berjalan secara lokal maupun via cloud.
Layar Tandem OLED dan Baterai 26 Jam untuk Mobilitas
Memindahkan pekerjaan ke luar ruangan bukan lagi kendala berkat panel Tandem OLED 14 inci dengan resolusi 3K. Layar ini menawarkan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits, sebuah angka yang sangat jarang ditemui pada laptop bisnis.
"ASUS ExpertBook Ultra dirancang untuk mendukung presentasi di luar ruangan berkat layar Tandem OLED 14 inci dengan kecerahan puncak hingga 1.400 nits," tambah Eric. Dengan refresh rate 120Hz dan cakupan warna 100 persen DCI-P3, layar ini juga menjanjikan visual yang halus dan akurat untuk keperluan desain atau editing.
Untuk urusan daya tahan, ASUS membekali laptop ini dengan baterai 70 Wh. Perusahaan mengklaim perangkat mampu bertahan hingga 26 jam dalam penggunaan tertentu, dan mendukung pengisian cepat hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Keamanan dan Ketahanan ala Laptop Bisnis Enterprise
Urusan keamanan menjadi perhatian utama bagi pengguna bisnis. ExpertBook Ultra mengusung sistem ExpertGuardian, yang menggabungkan perlindungan dari sisi perangkat keras hingga firmware. Sistem ini mencakup ASUS Security Processor, TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, dan Windows Hello berbasis kamera inframerah. Pelindung fisik kamera dan perlindungan BIOS turut disematkan.
Ketahanan fisik juga tidak diabaikan. Dengan material magnesium-aluminium, laptop ini telah lulus uji standar militer MIL-STD-810H. ASUS bahkan mengklaim perangkatnya mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram saat berada di dalam tas, menjanjikan perlindungan ekstra bagi pengguna yang sering bepergian. Konektivitasnya pun sudah siap masa depan dengan dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth, dua port Thunderbolt 4, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 mm.
Pesaing Berat di Segmen Laptop Bisnis Premium
Performa grafis menjadi senjata lain yang diandalkan ASUS. GPU terintegrasi Intel Arc B390 diklaim mampu menorehkan skor sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan NVIDIA RTX 4050 30W dalam pengujian 3DMark Time Spy — klaim yang dibuat ASUS berdasarkan pengujian internalnya.
Melihat spesifikasinya, ExpertBook Ultra tidak hanya menargetkan para eksekutif yang membutuhkan laptop andal untuk presentasi dan rapat. Perangkat ini juga tampak dirancang untuk kreator profesional yang menginginkan laptop ringan dengan layar akurat dan performa yang mampu menangani beban kerja berat, seperti pengeditan video atau desain 3D di lingkungan luar ruangan.