TEROPONGBISNIS.ID — Jakarta — Di tengah ramainya isu capital outflow atau modal asing yang keluar dari Indonesia, nyatanya masih ada investor global yang berani menaruh uang dalam jumlah besar di perusahaan teknologi dalam negeri.
Ajaib Group, perusahaan fintech investasi, baru saja mengumumkan investasi strategis senilai Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, grup jasa keuangan Jepang yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo. Nominal ini setara dengan 80 persen dari total pendanaan yang diterima seluruh perusahaan rintisan Indonesia sepanjang 2025 yang hanya mencapai US$340 juta.
Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menilai keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia tidak luntur. "Di tengah banyaknya pembicaraan mengenai investasi asing yang keluar dari Indonesia, masuknya investasi sebesar Rp4,8 triliun ke Ajaib Group justru menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih sangat tinggi," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Investor Baru Didominasi Anak Muda dari Kota Kecil
Lonjakan kepercayaan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah investor pasar modal dalam negeri. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total investor pasar modal mencapai 30,30 juta per 7 Agustus 2026, tumbuh sekitar 49 persen dari akhir 2025. Jumlah investor saham sendiri sudah menembus angka 10 juta orang.
Menariknya, hampir seluruhnya adalah investor ritel dari dalam negeri, dan lebih dari separuhnya berusia di bawah 30 tahun. Mereka datang bukan hanya dari kota besar, melainkan juga dari kota lapis kedua dan ketiga. Banyak yang membuka rekening lewat genggam tanpa setoran awal, lalu berinvestasi dari nominal kecil setiap kali menerima gaji.
"Customer Ajaib itu bukan hanya dari kota-kota yang sangat besar. Artinya, kemajuan edukasi dan teknologi finansial sudah masuk ke tingkat kota-kota dan tersebar di seluruh Indonesia. Ini merupakan satu langkah maju," kata Andi Gani.
Sejalan dengan Filosofi Bisnis Perusahaan
Co-Founder dan CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, mengatakan suntikan modal ini tidak datang begitu saja. Empat tahun terakhir, perusahaan terus mengajak nasabah untuk sabar, belajar, dan konsisten, dan prinsip yang sama diterapkan untuk membangun perusahaan.
"Yang tidak terlihat dari luar, kami sebenarnya sedang menjalani hal yang persis sama. Kami menjaga dana nasabah melewati periode penurunan, tetap melayani, dan terus membangun. Kami bertahan dengan cara yang sama seperti yang kami ajarkan," kata Anderson.
Ia menegaskan, kepercayaan investor global ini bermula dari keyakinan investor lokal terhadap pasar mereka sendiri. "Lalu tumbuh bersama kami di sini. Baru kemudian sampai ke Tokyo. Jadi kalau ditanya investasi ini sebenarnya untuk siapa, jawabannya sederhana: ini kepercayaan dunia kepada kalian, bukan cuma kepada kami," ungkapnya.
Ajaib berharap dana investasi ini menjadi momentum bagi masuknya lebih banyak investasi global ke Indonesia. Perusahaan juga menyatakan porsi terbesar dana akan tetap ditanamkan di dalam negeri, termasuk untuk memperluas perekrutan talenta lokal. Apresiasi disampaikan kepada Pemerintah Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, Bank Indonesia, dan Bappebti atas kerangka regulasi yang mendukung inovasi sektor keuangan. (dpu)