Harga Perak Antam Turun ke Rp44.050 per Gram Hari Ini

Ilustrasi perak antam (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 01 September 2026 | 22:53:11 WIB

JAKARTA – Harga perak Antam tercatat mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa, 1 September 2026, menyusul hasil pergerakan harga perak internasional yang ditutup mixed.

Nilai jual perak Antam hari ini, Selasa, 1 September 2026, menyusut sebesar Rp100 sehingga berada di posisi Rp44.050/gram.

Pada sesi perdagangan hari sebelumnya, harga perak Antam berada pada level Rp44.150/gram.

Pergerakan harga perak berakhir mixed pada penutupan perdagangan hari Senin, terpengaruh oleh penguatan imbal hasil obligasi global serta kenaikan harga minyak.

Harga perak spot mengakhiri perdagangan dengan menguat 0,28% di level $66,22.

Sementara itu, harga perak berjangka AS untuk kontrak September 2026 ditutup merosot 1,16% pada level $66,55.

Meningkatnya yield obligasi global pada sesi Senin menjadi penekan bagi pergerakan harga logam mulia.

Di samping itu, lonjakan harga minyak mentah yang mencapai +2% pada Senin hingga menyentuh level tertinggi dalam satu pekan meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berisiko mendorong bank-bank sentral global mengerek suku bunga—suatu kondisi yang kurang menguntungkan bagi logam mulia.

Logam mulia turut dibayangi oleh sentimen negatif bawaan dari akhir pekan lalu, setelah pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed, Warsh, mendongkrak probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada rapat FOMC bulan depan menjadi 65%, melesat dari 36% sebelum adanya pernyataan tersebut.

Eskalasi militer kembali memanas di kawasan Timur Tengah pada hari Senin, dipicu oleh aksi saling serang antara AS dan Iran untuk pertama kalinya dalam kurun satu bulan terakhir.

Komando Pusat AS (US Central Command) mengonfirmasi bahwa pasukannya membidik peluncur roket Iran yang disinyalir siap menyebar ranjau di Selat Hormuz, sementara pihak Iran merespons lewat tembakan rudal serta pengerjaan drone menuju basis udara AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.

Presiden AS Trump dilaporkan tengah mengkaji opsi serangan terbatas ke wilayah Iran guna mengikis upaya pemulihan kapasitas militer negara tersebut.

Pada sesi perdagangan nanti malam, pasar menanti rilis data ISM Manufacturing PMI edisi Agustus yang diproyeksikan mengalami penurunan.

Turut dijadwalkan pula publikasi data pasar tenaga kerja JOLTs Job Openings periode Juli yang juga diperkirakan melambat.

Analyst Vibiz Research Center menyoroti bahwa pada perdagangan mendatang, harga perak berpotensi tertekan oleh memanasnya gesekan AS-Iran yang berpeluang mendongkrak dolar AS dan harga minyak, di mana hal ini dapat memicu proyeksi inflasi serta suku bunga yang pada akhirnya menekan logam mulia. Kendati demikian, apabila data ISM Manufacturing PMI Agustus beserta data JOLTs Job Openings Juli terbukti melesu hingga menekan dolar AS, pergerakan harga perak berpeluang untuk menguat.

Pergerakan harga perak spot AS diproyeksikan berada pada rentang Support $65,65-$64,74, dan jika bergerak naik akan berhadapan dengan area Resistance $67,46-$68,36.

Adapun untuk perak berjangka AS diperkirakan bergerak pada kisaran Support $65,65-$65,08, sedangkan jika menguat berpotensi menguji kisaran Resistance $66,99-$67,76.

Reporter: Akbar