TEROPONGBISNIS.ID — Upaya mendongkrak daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi prioritas sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD). Komitmen ini mengemuka dalam acara Regional Bank Summit 2026 Batch 2 yang digelar Jumat (28/8/2026), dengan fokus pada strategi mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Direktur Operasional Bank BPD Bali, I Komang Wiratna Jaya, menyoroti persoalan klasik yang masih membelit pelaku UMKM di wilayahnya. Menurut dia, pengelolaan keuangan yang belum terpisah antara kebutuhan usaha dan rumah tangga menjadi penghambat utama pertumbuhan.
Pendampingan dan Perluasan Pasar Jadi Kunci
"Tantangan pada UMKM adalah mereka masih mengelola keuangan secara konvensional. Belum lagi yang keuangan usahanya masih digabung dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kami dampingi menyesuaikan daerah wilayah kerja," ungkap Komang dalam acara tersebut.
Bank BPD Bali tidak hanya berhenti pada edukasi. Perusahaan secara konkret membuka ruang promosi dengan menyediakan pojok UMKM di setiap kantor cabang dan memfasilitasi keikutsertaan pelaku usaha dalam berbagai pameran. Langkah ini dirancang untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Dari sisi pembiayaan, Bank BPD Bali terus mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan UMKM. "Kami terus kembangkan produk pembiayaan sesuai kebutuhan UMKM, termasuk dengan suku bunga yang diharapkan tidak begitu jauh dari bunga yang diberikan pemerintah bagi UMKM," rinci Komang.
Bank Lampung Genjot Sektor Produktif
Langkah serupa diambil Bank Lampung. Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, mengakui komposisi kredit perusahaannya saat ini masih timpang. Penyaluran kredit didominasi segmen konsumtif dengan porsi 73%, sementara sektor produktif baru mencapai 27%.
"Itu menjadi PR kami. Kami menggeser ke arah produktif. Kami siapkan untuk KUR segmen mikro, model kerja komersial, juga UMKM, termasuk dengan pembiayaan rantai pasok," ungkap Indra.
Untuk menekan biaya dana agar bunga kredit kompetitif, Bank Lampung mulai mengubah struktur pendanaan. "Hari ini kami masih bertumpu pada deposito. Kami naikkan untuk giro dan tabungan, agar bisa membuat bunga kredit bersaing bagi UMKM," jelas Indra. Perusahaan juga tengah membangun kapabilitas digital dan memperkuat sumber daya manusia.
Pertanian Jadi Sektor Andalan Baru
Bank Lampung memilih sektor pertanian sebagai motor utama penyaluran kredit produktif. Porsinya sudah mencapai 28% dari total penyaluran, sejalan dengan program pemerintah daerah. Sektor lain yang disasar meliputi pengolahan singkong, kopi, jagung, perikanan, dan perdagangan kebutuhan pokok.
Indra menilai sektor UMKM di Lampung memiliki resiliensi tinggi. "Jadi permintaannya relatif tetap. Apa pun kondisi ekonominya sehingga masih bisa bertahan terhadap siklus," tegas dia.
Langkah kedua BPD ini mencerminkan upaya serius memperkuat fundamental ekonomi dari tingkat akar rumput. Dengan fokus pada pembiayaan produktif dan pendampingan manajemen, target UMKM naik kelas bukan sekadar wacana.