RANS Catat Pendapatan Rp 149 Miliar Semester I, Laba Bersih Naik 12,5 persen

IlustrasiPendapatan RANS semester I 2026 mencapai Rp 149 miliar dengan laba bersih naik 12,5 persen. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 26 Agustus 2026 | 01:39:39 WIB

JAKARTA - Perusahaan milik artis Raffi Ahmad, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk membukukan kinerja yang beragam pada semester I 2026. Pendapatan perseroan turun dua digit, tetapi laba bersih justru tumbuh signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan pada Senin 24 Agustus 2026, RANS mencatat pendapatan Rp 149 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Realisasi tersebut turun 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan terjadi pada dua lini bisnis utama RANS. Pendapatan dari segmen hiburan dan lifestyle turun 10,1%, sedangkan penjualan produk seperti makanan, minuman dan kecantikan terkoreksi lebih dalam sebesar 20,4%.

Segmen hiburan dan lifestyle menjadi kontributor terbesar pendapatan RANS dengan porsi sekitar 71%. Pendapatan dari segmen ini antara lain berasal dari production house, acara dan ticketing sebesar Rp 44 miliar, konten media sosial Rp 42,3 miliar, serta duta merek dan talent management Rp 19,34 miliar.

Di tengah penurunan pendapatan, RANS berhasil menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya.

Beban pokok pendapatan berhasil ditekan sehingga laba kotor hanya turun 8% menjadi Rp 64,2 miliar. Perseroan juga mencatat penurunan beban penjualan dan administrasi.

Alhasil, laba operasional RANS justru meningkat 25% menjadi Rp 33,6 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan efisiensi yang dilakukan perseroan mampu menahan tekanan terhadap pendapatan.

RANS kemudian membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 31,6 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 12,5% menjadi Rp 25,6 miliar.

Data laporan keuangan yang dihimpun IPOT juga mencatat EBITDA RANS pada semester I 2026 sebesar Rp 37,1 miliar. Dengan laba bersih tersebut, laba per saham RANS tercatat sekitar Rp 2,03.

Dari sisi arus kas, kinerja RANS juga menunjukkan perbaikan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi melonjak 73% menjadi Rp 35,7 miliar sepanjang semester I 2026.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan serta efisiensi pembayaran kepada pemasok dan karyawan, meski kebutuhan operasional dan pembayaran pajak juga meningkat.

Namun, kenaikan arus kas operasi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan kas akhir periode.

Pada semester I 2026, RANS membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebelum IPO sebesar Rp 19,5 miliar. Perseroan juga melakukan pembayaran utang sekitar Rp 6,75 miliar.

Alhasil, kenaikan kas dan setara kas selama enam bulan pertama 2026 hanya sekitar Rp 8,4 miliar, lebih rendah dibandingkan kenaikan Rp 55,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga 30 Juni 2026, kas dan setara kas RANS mencapai Rp 108,5 miliar. Sementara itu, total aset perseroan tercatat Rp 461,4 miliar.

Posisi utang juga relatif terkendali. Berdasarkan data laporan keuangan, utang jangka pendek RANS mencapai Rp 14,7 miliar dan utang jangka panjang Rp 15,9 miliar.

Adapun total ekuitas RANS tercatat Rp 346,3 miliar pada akhir Juni 2026. Dengan demikian, data tersebut menunjukkan struktur permodalan perseroan masih relatif kuat dibandingkan total liabilitasnya.

Di pasar saham, harga saham RANS ditutup di level Rp 198 pada perdagangan Senin 24 Agustus 2026. Harga tersebut turun Rp 2 atau 1% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026, saham RANS telah turun dari harga pencatatan Rp 228 menjadi Rp 198 per saham. Dengan demikian, saham RANS telah terkoreksi sekitar 13,16% sejak IPO.

Penurunan harga saham tersebut terjadi meski perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih pada semester I 2026. Investor selanjutnya perlu mencermati apakah tren efisiensi dapat dipertahankan sekaligus diikuti pemulihan pertumbuhan pendapatan RANS pada semester kedua tahun ini.

Reporter: Ibtihal