IHSG Bullish, IPOT Rekomendasikan EXCL hingga BBNI untuk Trading

Ilustrasi IHSG menunjukkan tren bullish dengan potensi konsolidasi di area support 6.429–6.475. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 24 Agustus 2026 | 01:20:04 WIB

JAKARTA – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam momentum bullish secara teknikal pada pekan ini.

IHSG masih bergerak di atas MA5 hingga MA100 setelah menguat 1,93% dalam time frame mingguan dan ditutup di atas MA20.

Meski demikian, ruang penguatan jangka pendek mulai terbatas setelah reli yang cukup kuat. Investor perlu mengantisipasi potensi aksi ambil untung atau profit taking.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengatakan, IHSG berpeluang mengalami konsolidasi atau koreksi sehat terlebih dahulu dengan area 6.429–6.475 sebagai support penting.

"Selama mampu bertahan di atas area tersebut, tren penguatan masih berpeluang berlanjut dengan target berikutnya di area 6.628–6.666, sekaligus menguji area gap," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sisi fundamental, pertumbuhan kredit yang tetap solid turut menjadi katalis positif bagi pasar domestik dan menjaga peluang penguatan IHSG.

Pertumbuhan kredit meningkat 13,0% secara tahunan pada Juli 2026. Namun, pergerakan rupiah, sentimen eksternal, dan potensi terbatasnya aktivitas perdagangan pada awal pekan dapat menahan laju penguatan indeks.

IPOT merekomendasikan sejumlah instrumen untuk strategi trading pada pekan 24–28 Agustus 2026. Pekan tersebut hanya berlangsung selama empat hari perdagangan karena Selasa (25/8/2026) merupakan hari libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Rekomendasi trading IPOT:

  • EXCL: buy pada level Rp 2.840 per saham, target harga Rp 3.150 per saham, dan stop loss Rp 2.690 per saham.
  • DSNG: buy pada level Rp 1.440 per saham, target harga Rp 1.610 per saham, dan stop loss Rp 1.380 per saham.
  • BBNI: buy on pullback pada rentang Rp 3.640–Rp 3.700 per saham, target harga Rp 4.000 per saham, dan stop loss Rp 3.500 per saham.
  • XGLD: buy untuk Reksadana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia.

Secara teknikal, EXCL menunjukkan potensi penguatan setelah membentuk candlestick Doji. Sinyal tersebut didukung skor ADX di atas 20 sebagai konfirmasi tren yang kuat.

Dominasi +DI terhadap -DI juga menunjukkan kekuatan pembeli lebih besar daripada tekanan jual. Kondisi tersebut membuka peluang bagi EXCL untuk melanjutkan kenaikan.

Pergerakan DSNG menunjukkan struktur yang solid setelah saham bergerak di atas EMA5 hingga EMA50. Posisi tersebut mengindikasikan tren penguatan yang kuat.

Konfirmasi tersebut diperkuat trade flow yang menunjukkan akumulasi dari smart money. DSNG pun berpotensi melanjutkan penguatan.

Pergerakan BBNI mengonfirmasi pola bullish continuation setelah menembus pola ascending triangle. Kondisi tersebut diperkuat lonjakan volume transaksi atau spike volume dan sinyal golden cross pada indikator MACD.

Situasi tersebut membuka peluang penerapan strategi buy on pullback untuk memanfaatkan potensi penguatan lanjutan.

Sementara itu, XGLD menawarkan alternatif investasi yang efisien bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa. Investor tidak perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.

Dengan karakteristik yang sesuai prinsip syariah, XGLD dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio dan sarana memanfaatkan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian serta volatilitas pasar.

Investor dapat memperdagangkan unit penyertaan XGLD melalui aplikasi IPOT layaknya ETF pada umumnya. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengakses aset emas.

Reporter: Ibtihal