Penjualan ELS Korea Tembus 3,5 Triliun Won Setelah Kejatuhan Saham
JAKARTA – Investor ritel Korea Selatan kembali memburu efek beragun ekuitas atau equity-linked securities (ELS) yang menawarkan kupon tahunan hingga 50 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kejatuhan saham bersejarah pada bulan lalu mengalihkan, bukan mengurangi, selera risiko investor.
Penjualan produk ELS mencapai 3,5 triliun won atau 2,5 miliar dolar AS pada Juli. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak April 2023 berdasarkan data Asosiasi Investasi Keuangan Korea.
Permintaan terutama didorong surat utang yang terkait dengan Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc., dua perusahaan tercatat terbesar di Korea Selatan.
Produk ELS membayarkan kupon ketika saham atau indeks acuannya tetap berada dalam rentang yang telah ditentukan. Namun, investor dapat mengalami kerugian besar apabila aset tersebut turun melewati batas tertentu yang dikenal sebagai level knock-in.
Meritz Securities baru-baru ini menerbitkan surat utang yang terkait dengan Samsung dan SK Hynix dengan imbal hasil tahunan sebesar 43,4%. Investor berisiko kehilangan modal apabila salah satu saham turun 70% selama masa berlaku produk dan tetap berada jauh di bawah level awal saat jatuh tempo.
Kiwoom Securities menawarkan produk lain yang terkait dengan SK Hynix dan LG Electronics Inc. dengan kupon mencapai 50%.
Dalam keterangannya, Kiwoom memperingatkan bahwa kerugian investor dapat berkisar dari 30% hingga seluruh nilai investasi apabila kondisi pembayaran tidak terpenuhi.
Minat terhadap produk-produk tersebut meningkat setelah indeks Kospi anjlok 22% pada Juli. Regulator juga bergerak membatasi dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF berleverage saham tunggal yang dituding memperburuk gejolak pasar.
Saham Samsung dan SK Hynix telah pulih sepanjang Agustus. Namun, keduanya masih berada setidaknya 22% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Juni.
Mulai bulan depan, Otoritas Pengawas Keuangan Korea Selatan akan memperketat pengawasan terhadap produk terstruktur.
Perusahaan efek wajib memperingatkan investor ketika surat utang mendekati level knock-in. Selain itu, perusahaan efek harus meninjau penawaran ketika kondisi pasar secara tajam meningkatkan risiko.
Investor Korea Selatan sebelumnya mengalami kerugian besar pada surat utang terstruktur selama pemungutan suara Brexit, kejatuhan harga minyak pada 2020, serta penurunan saham China pada 2021-2024.
Penerbitan ELS berpotensi mereda seiring dengan menurunnya volatilitas pasar. Kondisi tersebut dapat mengurangi premi opsi yang digunakan untuk mendanai kupon besar.