Alibaba Himpun 10,2 Miliar Dolar AS untuk Kembangkan Teknologi AI

Ilustrasi Alibaba mengumumkan penggalangan dana 10,2 miliar dolar AS untuk pengembangan teknologi AI. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:09:38 WIB

JAKARTA – Alibaba Group Holding Ltd. berencana menghimpun dana sebesar HK$80 miliar atau 10,2 miliar dolar AS melalui penempatan saham di Hong Kong. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan kecerdasan buatan.

Transaksi ini akan menjadi penawaran saham lanjutan primer terbesar yang pernah dilakukan perusahaan yang terdaftar di Hong Kong. Penawaran tersebut juga tercatat sebagai penjualan saham lanjutan primer terbesar ketiga di dunia tahun ini, setelah transaksi Alphabet Inc. dan Intel Corp.

Alibaba berencana menjual 710 juta saham biasa dengan harga HK$112,70 per saham berdasarkan term sheet. Harga tersebut mencerminkan diskon 3,6% dari harga penutupan terakhir saham Alibaba.

Perusahaan e-commerce dan komputasi awan asal China itu menyatakan seluruh hasil bersih akan dialokasikan untuk mengembangkan kemampuan AI full stack. Pengembangan tersebut mencakup semikonduktor, infrastruktur komputasi, serta pembuatan dan penerapan model kecerdasan buatan.

Alibaba tidak merinci alokasi pengeluaran untuk masing-masing kategori tersebut.

Permintaan investor terhadap penempatan saham ini sangat kuat, termasuk dari dana kekayaan negara. Perusahaan bahkan meningkatkan ukuran penawaran setelah permintaan melampaui jumlah saham yang tersedia.

Morgan Stanley, HSBC Holdings PLC, UBS Group AG, dan China International Capital Corp. bertindak sebagai joint bookrunner dalam transaksi tersebut.

Penempatan saham tersebut disusun sebagai transaksi offshore dan tidak terdaftar berdasarkan hukum sekuritas Amerika Serikat. Dengan demikian, investor dari Amerika Serikat tidak dapat berpartisipasi.

Alibaba menyatakan pada pekan lalu bahwa perusahaan telah menggunakan hampir separuh dari program belanja modal tiga tahunnya. Perkiraan periode pengembalian investasi AI juga berada di jalur yang tepat untuk turun menjadi 2,5 tahun dari tiga tahun, didukung oleh peningkatan permintaan.

Chief Executive Alibaba Eddie Wu mengatakan, perusahaan perlu membangun kapasitas komputasi yang memadai sebelum dapat memanfaatkan pertumbuhan pada masa mendatang.

Investasi besar-besaran tersebut telah membebani laba jangka pendek. Laba bersih Alibaba turun 75% secara tahunan pada kuartal April hingga Juni seiring meningkatnya belanja modal terkait AI.

Penggalangan dana ini menempatkan Alibaba di antara perusahaan teknologi global yang mengeluarkan dana besar untuk chip, pusat data, dan infrastruktur cloud di tengah persaingan kecerdasan buatan yang semakin ketat.

Reporter: Ibtihal