Harga Saham Strategy MSTR Menguat Usai Bitcoin Melampaui 70 Ribu Dolar

Ilustrasi bitcoin (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:37:29 WIB

JAKARTA – Saham MSTR akhirnya menunjukkan respons terhadap antusiasme pasar pekan ini, walaupun pergerakannya terbilang lebih tenang jika dibandingkan dengan bitcoin. Walau demikian, beberapa proyeksi harga saham Strategy yang cukup menarik telah bermunculan.

Saham perusahaan pemilik aset kripto Strategy (MSTR) mengalami penguatan 6,9 persen hingga menyentuh level 111,14 dolar AS pada Kamis sore. Lonjakan ini menghapus tren penurunan harga selama dua bulan terakhir seiring naiknya Bitcoin hingga melampaui 70.000 dolar AS.

Kenaikan harga saham tersebut terdorong oleh reli Bitcoin yang berhasil menembus level 70.000 dolar AS untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 78 hari. Selain itu, penguatan didukung pula oleh kebijakan pemotongan suku bunga Treasury AS serta rancangan regulasi aset kripto terbaru dari SEC.

Peningkatan harga ini turut memaksa para penjual pendek (short seller) untuk menutup posisi bearish mereka di pasar modal yang nilainya berkisar 1,5 miliar dolar AS.

Meski nilai sahamnya melonjak, portofolio Bitcoin kepunyaan Strategy tercatat masih mengalami kerugian akumulatif sebesar 4,69 miliar dolar AS. Hal ini terjadi karena total akumulasi 840.447 BTC dibeli pada harga rata-rata 75.385 dolar AS per kepingnya.

Di lain pihak, Strategy menyatakan telah mengumpulkan dana bersih berjumlah 333,7 juta dolar AS melalui penjualan 3,46 juta saham biasa MSTR selama periode 10 sampai 16 Agustus 2026 tanpa adanya transaksi pembelian Bitcoin baru.

Kondisi tersebut makin memperpanjang rekor perusahaan yang tidak menambah persediaan aset kriptonya selama delapan pekan berturut-turut hingga pertengahan Agustus 2026.

Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, memberikan pernyataan resmi terkait penyesuaian modal serta cadangan kas perusahaan via akun media sosial pribadinya.

"Strategy menambahkan US$150 juta ke cadangan dolar AS dan membeli kembali STRC senilai US$132 juta," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah penambahan dana modal tersebut memicu kenaikan total cadangan dolar (USD Reserve) Strategy hingga bernilai 4,8 miliar dolar AS dengan durasi modal mencapai 2,8 tahun.

Akun resmi milik Strategy turut memaparkan rincian teknis mengenai struktur pembiayaan dan kepemilikan aset perusahaan paling mutakhir.

"Strategy increased its USD Reserve by $150M and repurchased $132M of$STRC. This increased USD Duration by 41 days to 2.8 yrs and tightened STRC’s BTC Credit by 4 bps to 114 bps. As of 8/16/26, we hold 840,447 in our BTC Reserve and $4.8B in our USD Reserve," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada kesempatan terpisah, analis riset mengemukakan sudut pandangnya mengenai situasi pasar serta imbas kebijakan fiskal AS terhadap pergerakan harga aset digital.

"...sebuah bentuk quantitative easing yang tenang, langkah yang melemahkan dolar dan mendorong aset lindung nilai kelangkaan seperti Bitcoin lebih tinggi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis pasar modal turut memproyeksikan target harga saham MSTR dalam jangka pendek berada pada tingkat 125 dolar AS, sekaligus memprediksi target rata-rata sebesar 229 dolar AS untuk rentang 12 bulan mendatang.

Head of Research Grayscale, Zach Pandl, berpendapat bahwa kondisi saat ini memberikan momentum positif bagi pemilik modal berjangka panjang.

"Ini adalah waktu yang menarik bagi investor dengan cakrawala investasi jangka panjang untuk melakukan alokasi ke Bitcoin dan kelas aset kripto," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saham Strategy kini harus menunggu harga Bitcoin kembali menyentuh level 75.385 dolar AS agar cadangan aset kriptonya kembali mencatatkan keuntungan.

Reporter: Akbar