Didepak dari FTSE, Saham SILO dan ALII Menyandang Status HSC

Ilustrasi ftse russell (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:37:28 WIB

JAKARTA – FTSE Russell mengambil tindakan tegas dengan mencoret emiten yang memiliki konsentrasi kepemilikan saham sangat tinggi oleh pihak tertentu. Dampaknya, Ancara Logistics (ALII) dieliminasi dari FTSE Micro Cap, sedangkan Siloam International Hospitals (SILO) didepak dari FTSE Small Cap.

Langkah pengeluaran ALII dari Micro Cap dilakukan bersamaan dengan 27 emiten lainnya. Di sisi lain, SILO menjadi satu-satunya konstituen yang langsung dikeluarkan dari papan FTSE Small Cap.

Sementara itu, sebanyak sembilan emiten lainnya diturunkan kelasnya ke papan Micro Cap. Keluarnya SILO dan ALII dari daftar indeks FTSE ini dinilai sudah diperkirakan karena keduanya berstatus kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC).

Kepemilikan saham SILO tercatat dikuasai oleh pihak tertentu sebesar 96,70 persen, sementara saham ALII dikuasai sebesar 97,62 persen.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status HSC pada SILO dan ALII pada 14 Juli 2026 berdasarkan analisis struktur kepemilikan saham per 30 Juni 2026.

Meskipun begitu, pihak otoritas pasar modal menyampaikan bahwa status HSC tidak selalu menandakan adanya pelanggaran atas regulasi yang berlaku.

SILO merupakan jaringan rumah sakit di bawah naungan Lippo Group serta Marubeni/CVC. Pada semester I 2026, SILO mencatatkan laba bersih sebesar Rp580,68 miliar atau meningkat 27,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp456,8 miliar.

Pendapatan usaha SILO juga naik 11,8 persen menjadi Rp6,12 triliun, yang didorong oleh penanganan kasus medis kompleks serta peningkatan pasien pembayaran mandiri dan asuransi swasta.

Di sisi lain, ALII mengantongi laba bersih Rp265,31 miliar, naik 27,51 persen dari periode tahun lalu sebesar Rp208,06 miliar. Perolehan ini didukung pendapatan sebesar Rp579,71 miliar yang meningkat dari sebelumnya Rp544,88 miliar, meski beban pokok pendapatan membengkak menjadi Rp298,69 miliar dari Rp275,17 miliar.

Laba kotor ALII tercatat naik menjadi Rp281,01 miliar dari Rp269,7 miliar. Adapun beban usaha naik menjadi Rp47,78 miliar, sehingga laba usaha tercatat sebesar Rp233,23 miliar dari sebelumnya Rp224,54 miliar pada 2025.

FTSE Russell memutuskan menunda penambahan konstituen baru serta kenaikan kelas saham asal Indonesia hingga peninjauan indeks Desember 2026. Sebanyak 29 saham Indonesia dikeluarkan dan 10 saham mengalami penurunan kelas, dengan penyesuaian yang efektif berlaku pada 21 September 2026.

Bumi Serpong Damai (BSDE) menjadi satu-satunya saham yang terdegradasi dari FTSE Mid Cap hingga merosot ke kategori Micro Cap. Sementara itu, 9 dari 10 emiten yang berpindah dari Small Cap ke Micro Cap adalah BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SCMA, dan SMRA.

SILO sendiri terlempar keluar dari seluruh jajaran indeks tanpa masuk ke dalam kategori Micro Cap.

Selain itu, FTSE mendepak 28 saham dari kategori Micro Cap, termasuk ADHI, ASSA, ALII, AGRO, BVIC, CASS, CFIN, BWPT, CARS, WOOD, DILD, JTPE, JKON, dan OMED.

Emiten lain yang turut dikeluarkan dari Micro Cap meliputi KEEN, MAIN, MAHA, MSTI, MDLA, MLPL, PBID, PANS, PNIN, PTPP, PRDA, RALS, ISSP, dan TPMA.

Reporter: Akbar