Upaya Diplomatik Hormuz Berjalan Harga Minyak WTI Masih Tertahan

Ilustrasi minyak wti (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:24:49 WIB

JAKARTA – Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terus berada di bawah tekanan selama tiga hari berturut-turut dan diperdagangkan pada kisaran US$80,30 per barel pada sesi Asia hari Jumat. Investor cenderung mengambil sikap hati-hati sembari mencermati dengan cermat berbagai langkah diplomasi demi memulihkan arus lalu lintas di Selat Hormuz.

Aliran minyak mentah dari kawasan Teluk Persia tetap berlangsung walau situasi belum sepenuhnya kondusif. Sejumlah kapal tanker memilih mematikan sistem transponder mereka untuk menekan risiko keamanan saat melintas, meski ancaman bahaya di jalur laut tersebut masih mengintai.

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat menyatakan ada sekitar 9 juta barel minyak per hari yang saat ini berhasil melintasi jalur krusial tersebut. Hal ini dapat terealisasi seiring meningkatnya kemampuan armada militer AS dalam memberikan pengawalan bagi kapal-kapal tanker.

Tekanan penurunan harga minyak juga dipicu oleh kekhawatiran melemahnya tingkat penyerapan pasar. International Energy Agency (IEA) belum lama ini merevisi turun proyeksi permintaan minyak dunia karena menilai konflik yang membentang lama serta tingginya harga telah memukul daya serap pasar.

Melengkapi sentimen negatif tersebut, OPEC turut memangkas estimasi pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun 2026 menjadi 580 ribu barel per hari. Pemangkasan ini merupakan langkah koreksi ke bawah yang keempat kalinya secara beruntun.

Menurut TD Securities, "pelemahan momentum jangka pendek juga telah memicu aksi jual tipis pada minyak mentah WTI pada hari ini," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, pihak bank menggarisbawahi bahwa "keketatan fundamental di pasar minyak mentah dan produk seharusnya pada akhirnya mendukung kenaikan lebih lanjut," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hal ini menunjukkan bahwa koreksi harga yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan oleh dinamika teknis jangka pendek ketimbang pergeseran pada fondasi penawaran dan permintaan yang sebenarnya masih berpotensi menguat.

Reporter: Akbar