Harga Aluminium Tembus 3.336,50 Dollar AS Saat Stok LME Capai Rekor

Ilustrasi aluminium (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 12 Agustus 2026 | 01:30:41 WIB

JAKARTA – Harga aluminium melonjak selama enam hari perdagangan secara beruntun pada Senin (10/8) hingga menyentuh angka tertinggi dalam rentang waktu hampir tujuh pekan. Tren penguatan ini terjadi seiring dengan berlanjutnya penyusutan cadangan aluminium di bursa.

Berdasarkan pemberitaan Brecorder, harga patokan aluminium untuk kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,2% menuju posisi US$3.320 per metrik ton pada sesi perdagangan resmi. Komoditas ini bahkan sempat menyentuh US$3.336,50 per ton, yang merupakan angka tertinggi sejak 23 Juni 2026.

Strategis komoditas ING Ewa Manthey menuturkan bahwa melonjaknya harga tembaga ke level tertinggi dalam enam bulan pada pekan lalu turut memberi dorongan positif bagi pergerakan logam industri.

“Fundamental aluminium sendiri tetap mendukung, dengan tingkat persediaan di bursa yang masih rendah dan pasar diperkirakan akan tetap mengalami defisit tahun ini,” kata Manthey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Keseluruhan persediaan aluminium yang tersisa di LME kini menyentuh titik terendah pada abad ini di angka 254.900 ton. Selain itu, volume persediaan yang siap dikirim atau status on-warrant juga merosot ke level terendah sejak April 2025.

Pada saat yang sama di China selaku konsumen logam terbesar global, cadangan aluminium di Shanghai Futures Exchange (SHFE) berkurang sebesar 13.000 ton sepanjang pekan lalu.

Citi memproyeksikan penyerapan dari konsumen akhir di China masih cenderung lesu pada paruh pertama tahun ini. Meskipun demikian, potensi penurunan harga lebih dalam diperkirakan cukup terbatas.

“Rendahnya tingkat persediaan membuat pasar semakin sensitif terhadap perubahan dalam permintaan fisik yang mendasar serta ekspektasi permintaan,” tulis Citi dalam catatan riset pada Jumat (7/8) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tidak seperti komoditas tembaga, Amerika Serikat tidak menyimpan pasokan aluminium dalam jumlah besar di bursa. Cadangan aluminium di bursa COMEX terdata hanya tersisa 5 ton yang tersimpan di Owensboro, Kentucky.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Jumat (7/8) bahwa pemerintah AS bakal mengucurkan dana investasi sebesar US$3 miliar untuk pengerjaan proyek baterai serta mineral kritis. Langkah investasi ini menjadi bagian dari strategi mendongkrak produksi dalam negeri guna memperkuat ketahanan nasional dan arah kebijakan industri.

Di sisi lain, harga tembaga di LME terangkat 0,5% ke posisi US$14.150 per ton. Nilai tembaga tersebut konsisten bertahan di atas US$14.000 setelah mencatatkan lonjakan mingguan paling signifikan sejak Mei pada pekan lalu.

“Harga tembaga terus mendapat dukungan dari kondisi pasar fisik yang ketat, tingkat persediaan yang rendah, serta kekhawatiran yang berkelanjutan terkait pasokan,” kata Manthey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai pergerakan logam lainnya, seng terpantau naik 0,4% menuju US$3.720 per ton dan timbal mengalami penguatan 0,7% hingga US$1.900 per ton. Sementara itu, nikel terkoreksi tipis 0,2% ke level US$16.970 per ton, sedangkan timah berhasil melesat 1,2% ke harga US$56.150 per ton.

Reporter: Akbar