Luas Tanam Padi Penajam Capai 6.500 Hektare pada Masa Tanam Kedua
JAKARTA — Kebijakan Perum Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp 6.500 per kilogram mendorong petani di Kabupaten Penajam Paser Utara kembali menggarap lahan sawah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah sekaligus kesejahteraan petani.
"Sejak kebijakan Bulog menyerap GKP dengan harga Rp 6.500 per kilogram, petani semakin terpacu menggarap lahan persawahan," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut Gunawan, kebijakan tersebut berdampak pada harga gabah di tingkat petani. Tengkulak kini membeli GKP dengan harga di atas ketetapan Bulog sehingga petani memiliki pasar yang lebih menguntungkan.
"Tengkulak juga membeli GKP di atas harga Bulog. Ini menjadi pemicu petani menanam padi dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kabupaten serta kesejahteraan petani," kata Gunawan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saat ini petani mulai memasuki masa panen periode tanam kedua April-September 2026 yang berlangsung di musim kemarau. Realisasi luas tanam mencapai sekitar 6.500 hektare, dengan 700 hektare di antaranya mulai panen.
"Realisasi tanam padi 6.500 hektare pada masa tanam kedua dan 700 hektare mulai proses panen," ujar Gunawan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pemerintah daerah menargetkan produksi padi periode tanam kedua 2025/2026 tetap tercapai meski panen berlangsung di musim kemarau. Puncak panen diperkirakan akhir Agustus hingga awal September dengan potensi sekitar 22 ribu ton GKP.
"Pemerintah kabupaten telah melakukan koordinasi dengan Bulog untuk penyerapan GKP petani pada masa tanam kedua," kata Gunawan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada musim tanam pertama Oktober 2025-Maret 2026, luas tanam mencapai 7.118 hektare dengan produksi sekitar 24.500 ton GKP. Dari jumlah itu, Bulog menyerap 9.000 ton, menjadikannya pasar penting bagi petani.
Jika potensi 22 ribu ton pada musim tanam kedua terealisasi, total produksi dua musim tanam 2025/2026 bisa mencapai 46.500 ton GKP. Kepastian penyerapan menjadi faktor penting agar harga tetap terjaga dan petani terdorong memperluas lahan.
Persaingan pembelian antara Bulog dan pedagang memberi ruang bagi petani memperoleh harga lebih baik. Momentum ini diharapkan menjaga keberlanjutan produksi padi sekaligus menggerakkan ekonomi perdesaan.