Euro Melemah Terhadap Pound, EUR/GBP Sentuh Level 0,8560
JAKARTA – Euro (EUR) melemah terhadap Pound Inggris (GBP) pada Senin (10/8/2026), dengan pasangan EUR/GBP menguji support di 0,8560. Penurunan ini berlanjut untuk hari kedua, dipicu harga minyak mentah yang naik dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Situasi Selat Hormuz masih kompleks. Presiden AS Donald Trump menyebut pihaknya “semi-bernegosiasi” dengan Teheran, sementara Iran menegaskan kesepakatan dengan Oman terkait jalur pelayaran baru hampir tercapai, meski pembukaan penuh bergantung pada syarat dari AS. Lalu lintas laut tetap terbatas, dan harga minyak Brent kembali mendekati US$83 per barel, naik sekitar 6,5 persen dari level terendah pekan lalu.
Analis Rabobank menilai tekanan pada pound bisa muncul menjelang anggaran Oktober, meski ekspektasi pasar terhadap kebijakan BoE mulai stabil. Mereka menegaskan preferensi membeli EUR/GBP saat turun ke area 0,8550, dengan potensi kenaikan jika menembus resistance di 0,8588.
Kalender ekonomi awal pekan relatif sepi, hanya diwarnai rilis Indeks Keyakinan Investor Sentix Zona Euro. Namun, data inflasi Jerman, PDB Inggris, dan produksi industri Zona Euro yang akan dirilis pertengahan pekan diperkirakan menjadi penentu arah jangka pendek pasangan EUR/GBP.