BOJ Diprediksi Naikkan Suku Bunga pada September 2026

Ilustrasi Pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga pada September atau Oktober 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:22:01 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menilai intervensi bersama AS–Jepang di pasar valuta asing perlu diikuti kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ). Pandangan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa BOJ akan menaikkan bunga pada September mendatang.

Bessent menyampaikan pandangannya setelah intervensi dilakukan pekan lalu untuk menopang nilai tukar yen. 

“Intervensi hanya memberi waktu dan bisa menjadi sia-sia jika tidak diikuti kenaikan suku bunga BOJ,” ujar Kazuo Momma, mantan pejabat BOJ, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski undang-undang menjamin independensi BOJ, bank sentral tetap berkoordinasi dengan pemerintah. Intervensi bersama dinilai lebih efektif dibanding langkah sepihak Jepang sebelumnya, membuat yen bertahan lebih kuat.

BOJ pekan lalu mempertahankan suku bunga, namun memberi peringatan terkuat mengenai risiko inflasi. Pasar kini menilai peluang kenaikan bunga pada September tetap terbuka, terutama menjelang rapat kebijakan BOJ 17–18 September 2026.

Sejumlah sumber Reuters memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga pada September atau Oktober. Pertemuan antara Bessent dan Gubernur BOJ Kazuo Ueda di sela G20 akhir Agustus disebut dapat memperkuat arah kebijakan tersebut.

BOJ telah mengakhiri stimulus besar pada 2024 dan beberapa kali menaikkan bunga, termasuk Juni lalu ke level 1 persen, tertinggi dalam 31 tahun. Namun laju kenaikan yang lambat membuat selisih bunga dengan AS tetap lebar, menekan yen ke level terendah 40 tahun.

Mayoritas analis memperkirakan BOJ akan menaikkan bunga sebelum akhir tahun. Kepala Ekonom JPMorgan Securities Jepang, Ayako Fujita, menilai Oktober lebih realistis agar ada waktu mengevaluasi dampak kenaikan sebelumnya. Namun, jika dilakukan September, pasar bisa mengantisipasi pola kenaikan setiap kuartal.

Perhatian kini tertuju pada pidato Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino pada 27 Agustus, yang dinilai dapat memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga BOJ.

Reporter: Ibtihal