Menko Airlangga Jamin Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun 2026
JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah arah kebijakan ekonomi untuk kuartal ketiga, setelah Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,29% di kuartal kedua 2026.
Salah satu hal yang disampaikan oleh Menko Airlangga dalam konferensi pers pada Rabu (6/7) kemarin yaitu mengenai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Arahan bapak presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kami jaga resiliensinya di mana APBN menjadi shock absorber,” kata Airlangga sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain itu, Airlangga menambahkan bahwa penerapan campuran biodiesel dengan bahan bakar solar atau B50 berhasil mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Hal tersebut membuat alokasi subsidi yang ditanggung pemerintah menjadi lebih efisien.
Sementara itu, untuk jenis BBM bersubsidi lainnya seperti Pertalite, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan penyesuaian harga sampai penghujung tahun ini.
“Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman. Jadi ini sudah masuk dalam buffer,” jelas Airlangga sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam agenda rapat yang membahas penetapan harga BBM.
Melalui keterangan kepada awak media, Bahlil menyebutkan bahwa Presiden menginstruksikan agar harga BBM bersubsidi maupun nonsubsidi tidak dinaikkan kembali.
“Tetapi kalau memang harga ICP dunia turun, kami juga yang nonsubsidinya dipertimbangkan untuk sesuaikan dengan harga pasar,” kata Bahlil pada Selasa (4/8) di halaman Istana Negara sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berdasarkan data dari PT Pertamina Patra Niaga, rincian harga BBM yang berlaku per 1 Agustus 2026 untuk wilayah DKI Jakarta adalah sebagai berikut:
Pertamax Turbo: Rp18.300/liter
Pertamax Green: Rp16.600/liter
Pertamax: Rp15.950/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Dexlite: Rp19.700/liter
Biosolar subsidi: Rp6.800/liter