Electronic Gold Receipt Pegadaian Jadi Underlying ETF Emas Indonesia

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia akan meluncurkan ETF emas pada ulang tahun pasar modal 10 Agustus 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:40:21 WIB

JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi menerbitkan kode ISIN untuk Electronic Gold Receipt (EGR) yang diterbitkan PT Pegadaian (Persero). Instrumen ini akan menjadi underlying asset bagi produk exchange traded fund (ETF) emas di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan pengumuman KSEI tertanggal 4 Agustus 2026, instrumen tersebut memiliki kode ISIN IDT000000103 dengan nama efek EGR PT Pegadaian SNI 99.99 dan kode efek PPGDSNI9999EGR. EGR merepresentasikan emas dengan kemurnian 99,99 persen sesuai SNI, dengan total dasar penerbitan setara 10 kilogram emas.

EGR dicatat dalam Penitipan Kolektif KSEI sehingga administrasi kepemilikan dilakukan secara elektronik melalui sistem C-BEST. Nilai nominal EGR tercatat Rp2.367, sementara harga penawaran ditetapkan Rp0.

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan ETF emas pada ulang tahun pasar modal 10 Agustus 2026. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyebut beberapa Anggota Bursa siap menerbitkan ETF emas. 

“Nanti, insyaAllah di-launching di hari ulang tahun pasar modal tanggal 10 Agustus,” kata Iding sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah ini dinilai memperkuat ekosistem investasi emas di Indonesia, sekaligus membuka akses lebih luas bagi investor untuk berpartisipasi melalui instrumen pasar modal.

Reporter: Ibtihal