Pengamat Nilai Reformasi Diperlukan dalam Program Perumahan Prabowo
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berencana mengadopsi model pembangunan perumahan India untuk mendukung percepatan program tiga juta rumah.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah melanjutkan janji politik Presiden.
"Kalau melihat pernyataan Presiden dan dikaitkan dengan Asta Cita, saya melihat memang Presiden serius ingin mewujudkan program itu. Ini merupakan janji politik yang memang harus direalisasikan," ujar Trubus sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Namun, Trubus mengingatkan Indonesia tidak bisa langsung meniru model India. Menurutnya, kebijakan perumahan India lebih terpusat, dengan harga tanah, material, dan tenaga kerja lebih rendah. Sebaliknya, di Indonesia pembebasan lahan masih menjadi tantangan, harga tanah melonjak, dan biaya material relatif tinggi karena bergantung pada impor.
Ia menilai pemerintah perlu reformasi kebijakan, termasuk penguatan pembiayaan perumahan, penyempurnaan regulasi, serta koordinasi pusat dan daerah. Trubus menyarankan pemanfaatan tanah negara maupun aset daerah yang belum produktif, tanpa mengalihfungsikan lahan pertanian.
Selain itu, roadmap dengan target tahunan, pengawasan, dan penegakan hukum konsisten diperlukan agar program berjalan sesuai rencana.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menambahkan pemerintah akan mempelajari praktik terbaik dari India dan China.
"Kita baru 2 hari lalu kan ketemu dengan juga menteri perumahan dari RRC. Kita selalu belajar dan mengobservasi, diskusi tentang bagaimana pengelolaannya," ujar Ara sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ara menegaskan kerja sama harus memberi manfaat nyata melalui transfer teknologi, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar. Pemerintah akan mengutamakan teknologi konstruksi yang aman, cepat, dan terjangkau, serta melibatkan industri dalam negeri termasuk UMKM.
Prabowo menyampaikan rencana ini saat menghadiri akad massal 62.710 unit KPR subsidi FLPP dan penyaluran KUR Perumahan di Batang, Jawa Tengah.
"Saya tertarik pada pengalaman bangsa India. Mereka mampu membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun, atau kira-kira 3 juta rumah setiap tahun. Ini sedang saya pelajari, bagaimana caranya. Ada teknik-teknik tertentu, dan ini bisa kita coba," kata Prabowo sebagaimana dilansir dari berita sumber.