Minat Investasi Emas Kuartal II-2026 Anjlok, WGC Catat Penurunan
JAKARTA – Minat investor dalam menanamkan modal pada aset berbasis emas mengalami penurunan pada kuartal II-2026. Hal tersebut terungkap dalam laporan Gold Demand Trends Q2-2026 yang dirilis World Gold Council (WGC), Jumat (31/7/2026).
WGC mencatat bahwa investasi ETF emas, emas batangan, serta koin merosot hingga 262 ton pada kuartal kedua. Pergeseran strategi investor yang memicu arus keluar dana dari ETF emas menjadi faktor utama penurunan ini.
Sementara itu, pembelian emas batangan maupun koin emas terpantau cenderung stabil yang terdorong oleh penurunan harga emas. WGC mengamati para investor tampil lebih berhati-hati saat menghadapi periode konsolidasi dan koreksi harga tersebut.
Sebagai perbandingan, investasi instrumen berbasis emas pada periode sama tahun sebelumnya tercatat sebesar 486,8 ton. Dengan demikian, realisasi pada kuartal II tahun ini terhitung merosot sekitar 46% secara tahunan.
Pada kuartal I-2026 sebelumnya, angka investasi emas masih berada di level 539,2 ton, sehingga secara kuartalan terjadi penurunan sekitar 51%. Adapun dalam setahun terakhir, puncak minat investasi emas sempat menembus level tertinggi pada kuartal IV-2025 yakni sebesar 603,9%.
Kondisi penurunan tersebut terutama terdorong oleh arus dana keluar (outflow) sebesar 44,8 ton dari exchange traded fund (ETF) emas fisik pada kuartal II-2026. Kendati begitu, permintaan ETF sepanjang semester pertama masih membukukan arus masuk bersih sebesar 18 ton lantaran kuartal I-2026 sempat mencatat masuknya 62,4 ton emas ke ETF.
Meskipun demikian, volume arus masuk ke ETF emas serta produk sejenis pada tahun ini berada jauh di bawah torehan tahun lalu. Catatan WGC menunjukkan arus masuk ke ETF emas dan produk sejenis pada kuartal II, III, dan IV tahun 2025 lalu masing-masing sebesar 171,1 ton, 225,7 ton, dan 175,7 ton.
Sektor investasi emas batangan dan koin emas relatif stabil dengan penurunan hanya 3% secara tahunan. Di kuartal II-2026, permintaan emas batangan dan koin emas mencapai 307,1 ton, sedangkan setahun sebelumnya permintaan mencapai 315,6 ton.
Secara akumulatif, tingkat permintaan emas batangan dan koin pada semester I-2026 masih 21% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disokong tingginya permintaan di kuartal pertama yang mencapai 476,8 ton.
Kendati demikian, WGC menilai prospek investasi emas tetap positif. “Memasuki semester II-2026, investasi diperkirakan menjadi pendorong utama permintaan emas, meski komposisinya berpotensi bergeser. Aktivitas di luar bursa resmi dan minat investor Asia diprediksi makin dominan,” ujar Louise Street, Senior Markets Analyst WGC, dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Louise melihat ETF emas di pasar Barat akan lebih dipengaruhi oleh imbal hasil riil, ekspektasi kebijakan moneter AS, serta pergerakan dolar AS. Bank sentral diperkirakan tetap aktif membeli emas meski dengan laju yang sedikit melambat dibandingkan dengan empat tahun terakhir, sementara di sisi lain tingginya harga emas akan terus menekan volume permintaan perhiasan.