Euro Melemah Saat Dolar AS Pulih dari Posisi Terendah

Ilustrasi nilai tukar (Sumber : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 20 Juli 2026 | 11:24:23 WIB

JAKARTA – Pasangan mata uang EUR/USD bergerak melemah pada perdagangan Senin setelah sebelumnya sempat menguat karena pasar terombang-ambing antara sentimen positif dan negatif. Saat laporan ini dibuat, nilai tukar berada di kisaran 1,1408, turun dari level tertinggi harian di 1,1449.

Berita utama dari Timur Tengah menjadi penggerak pasar di tengah minimnya rilis data ekonomi krusial. Euro sempat menguat saat Dolar AS melemah pasca laporan Reuters mengenai usulan jeda serangan selama 10 hari guna menghidupkan kembali kesepakatan sementara AS-Iran.

Sentimen pasar kembali berbalik hati-hati setelah Reuters melaporkan bahwa kelompok Houthi di Yaman telah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Akibatnya, pelaku pasar kembali beralih ke Dolar AS sehingga menghapus penguatan EUR/USD sebelumnya.

Indeks Dolar AS (DXY) kini diperdagangkan di sekitar 101,00, mengalami pemulihan dari level terendah hariannya di 100,65.

Harga minyak kembali melonjak ke level tertinggi dalam sebulan terakhir sejak pertempuran antara AS dan Iran berlanjut awal Juli. Hal ini membuat risiko inflasi energi tetap menjadi sorotan dan meningkatkan kemungkinan kenaikan tekanan harga di Zona Euro dan AS.

Di tengah kondisi ini, pasar memprediksi Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (The Fed) akan tetap mempertahankan kebijakan ketat. ECB diprediksi akan menahan suku bunga Fasilitas Simpanan di 2,25% pada hari Kamis, sementara kenaikan suku bunga bulan September sudah diperhitungkan pasar.

Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September tercatat berada di kisaran 63% menurut CME FedWatch Tool. "Kebijakan moneter yang lebih ketat ketika ekonomi Zona Euro masih beroperasi di bawah potensi lebih mungkin membatasi penurunan EUR daripada mendorong mata uang ini lebih tinggi karena hal itu meningkatkan kemungkinan penyesuaian turun terhadap ekspektasi suku bunga ECB," kata para analis Brown Brothers Harriman (BBH), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar