Rumor Divestasi Kideco Rp18,1 Triliun, Ini Jawaban Indika Energy

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto: laman Indika Energy)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:24:04 WIB

JAKARTA — PT Indika Energy Tbk. (INDY) memberikan tanggapan resmi terkait dengan kabar yang beredar mengenai rencana perseroan yang disebut-sebut sedang menimbang opsi penjualan aset tambang milik PT Kideco Jaya Agung dengan taksiran nilai mencapai Rp18,1 triliun.

Melalui surat klarifikasi yang dikirimkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan Adi Pramono memberikan penegasan bahwa pihaknya tidak akan memberikan tanggapan apa pun terkait isu ataupun spekulasi yang tengah berkembang di kalangan pelaku pasar. 

Adi mengemukakan bahwa perseroan memilih untuk tidak membenarkan ataupun menepis kabar yang menyatakan bahwa Indika sedang mengevaluasi pelepasan sebagian atau bahkan seluruh porsi sahamnya di PT Kideco Jaya Agung dengan estimasi nilai valuasi di atas US$1 miliar atau setara Rp18,1 triliun.

"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi Perseroan, Perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," ujarnya dikutip, Jumat (17/7/2026).

Pihak manajemen menekankan komitmennya untuk senantiasa menerapkan pilar-pilar tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) sekaligus menaati tiap-tiap regulasi yang berlaku di industri pasar modal. 

Pihak emiten juga menjamin bahwa seluruh informasi penting maupun perkembangan yang bersifat material ke depan bakal dilaporkan secara terbuka lewat saluran-saluran resmi korporasi sesuai dengan koridor keterbukaan informasi.

Kendati memilih untuk tidak menanggapi desas-desus pelepasan kepemilikan tersebut, Indika memaparkan data mengenai besarnya peranan PT Kideco Jaya Agung dalam menyokong raihan performa keuangan grup secara keseluruhan.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan konsolidasian per tanggal 31 Maret 2026 (belum diaudit), Kideco sukses menorehkan angka pendapatan mencapai US377,4juta,yangmerepresentasikankontribusisebesar72,8493,2 juta. 

Sementara itu, untuk pos laba bersih, Kideco berhasil mendulang US$ 42,4 juta, berbanding lurus dengan laba bersih konsolidasian Indika yang berada di kisaran US$ 7 juta. 

Besarnya porsi sumbangsih tersebut memperlihatkan bahwa lini bisnis batu bara lewat payung Kideco hingga kini masih bertindak sebagai salah satu penopang utama sumber pendapatan Perseroan.

Di sisi lain, pihak BEI juga sempat mengajukan pertanyaan klarifikasi seputar bagaimana gambaran struktur pendapatan Indika ke depan jika seandainya pelepasan Kideco tersebut benar-benar diwujudkan, termasuk mengenai sektor bisnis mana yang nantinya dipersiapkan untuk menggantikan peran Kideco sebagai penyumbang terbesar pendapatan. 

Namun, Adi Pramono kembali memberikan jawaban serupa bahwa pihak emiten tidak bersedia memberikan respons atas rumor ataupun spekulasi yang berembus di pasar.

"Perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," tulisnya dalam jawaban atas pertanyaan tersebut.

Lebih lanjut, INDY menyatakan bahwa sampai dengan detik ini tidak mengantongi adanya informasi krusial ataupun peristiwa material lainnya yang masih disimpan dari publik, yang sekiranya dapat memberikan dampak langsung pada pergerakan harga saham maupun jalannya kelangsungan bisnis perseroan. 

Manajemen menegaskan komitmennya untuk selalu menunaikan kewajiban keterbukaan informasi kepada publik apabila di kemudian hari terdapat perkembangan material yang relevan, selaras dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia.

Reporter: Ibtihal