Danantara Tunjuk Mitra PSEL Tahap Kedua, Didominasi Perusahaan Lokal
JAKARTA - Pasca seremoni peletakan batu pertama Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) perdana pada Rabu 8 Juli 2026 silam di Bali, kini PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menentukan Mitra Terpilih dalam tahap seleksi mitra bisnis pengembang serta pengelola PSEL Tahap Kedua.
Langkah taktis ini kelak akan mencakup 8 area pengembangan yang terdiri dari 20 kabupaten/kota.
Peresmian ini sekaligus menegaskan komitmen Danantara menuntaskan masalah penanganan limbah secara terpadu.
Penunjukan mitra juga menjadi bukti nyata daya tarik penanaman modal infrastruktur lingkungan Indonesia berada di posisi yang amat prima di mata dunia.
Ketertarikan tersebut bisa terlihat dari tingginya minat mitra industri pengelolaan limbah serta Waste-to-Energy (WtE) global yang berpartisipasi dalam tahapan seleksi.
Tercatat, dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), ada 68 lamaran yang bertarung secara sehat demi 8 area proyek strategis ini.
Adapun delapan Mitra Terpilih yang meraih status bersyarat (conditional) adalah SUEZ-IAN Consortium untuk Medan Raya, Consortium Everbright Cemerlang Energy di Kabupaten Bekasi, serta Bumi Biru Indonesia di Lampung Raya.
Selain itu, ada Masa Depan Energi Indonesia untuk Serang Raya, Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd di Semarang Raya, Consortium Mentari Citra Lestari untuk Surabaya Raya, MPM-CEVIA Consortium di Bogor Raya 2, serta Cakra Energi Lestari Consortium di Yogyakarta Raya.
Kelak, masing-masing mitra terpilih bakal menerima Conditional Letter of Award (CLoA) serta diwajibkan memenuhi sejumlah ketentuan sebelum meraih Final Letter of Award.
Partisipasi aktif mitra nasional serta global itu disambut sangat baik oleh pemerintah.
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir memaparkan, antusiasme ini memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara yang kian diyakini untuk menjadi sasaran investasi.
Tidak hanya mitra global, pelaku bisnis nasional pun memperlihatkan dominasinya di tengah kompetisi global tersebut.
Total sebanyak empat dari delapan konsorsium dipimpin langsung oleh perusahaan Indonesia.
Hal itu memperlihatkan perusahaan nasional menjadi consortium lead paling banyak pada fase ini.
Pandu berharap, kerja sama para mitra kelak diharapkan sanggup memacu penguatan industri nasional sekaligus mempercepat serapan teknologi mutakhir.
"Kami melihat ini sebagai peluang emas untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, serta memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Pandu.
Sementara itu, Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman menegaskan, tahapan seleksi ini berlangsung secara objektif, transparan, serta merujuk pada praktik terbaik internasional.
"Penilaian mencakup aspek kredensial proyek PSEL, kemampuan finansial, aspek strategis, pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang," jelas Fadli.
Sebagai informasi, seleksi mitra PSEL Tahap Kedua ini merupakan kelanjutan dari pembangunan proyek PSEL Tahap Pertama yang diresmikan di Denpasar Bali pada Rabu, 8 Juli 2026, setelah melalui tahapan seleksi mitra bersama proyek Kota Bekasi serta Bogor Raya.
Sementara itu, pembangunan proyek PSEL Kota Bekasi serta Bogor Raya bakal segera diresmikan dalam waktu dekat.
Lewat kerja sama antara Denera serta para mitra, inisiatif keberlanjutan ini diharapkan tidak sekadar menuntaskan krisis penanganan sampah, melainkan juga membuka aliran investasi, menciptakan lapangan kerja hijau, serta menekan emisi gas rumah kaca untuk masa depan Indonesia yang jauh lebih bersih.