Proyek Tembaga-Emas Gua Macan MDKA Raih Pertumbuhan 25 Persen

ILUSTRASI, Proyek Tembaga-Emas Gua Macan mencatat kenaikan estimasi sumber daya mineral sebesar 25 persen. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 13 Juli 2026 | 13:50:35 WIB

JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) merilis pembaruan terkait Mineral Resource Estimate (MRE) atau estimasi sumber daya mineral untuk Proyek Porfiri Tembaga-Emas Gua Macan. Endapan ini ditemukan lewat aktivitas eksplorasi yang dilakukan di area mineral Tujuh Bukit, Jawa Timur. Lokasi Gua Macan sendiri bertempat di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Suksesindo (BSI), salah satu aset tambang andalan MDKA di Jawa Timur. Kepemilikan penuh atas proyek ini dipegang oleh Grup Merdeka lewat anak usahanya.

Berdasarkan kalkulasi terbaru, estimasi sumber daya mineral di sana kini menyentuh 276 juta ton (Mt) dengan kadar rata-rata sebesar 0,23 gram emas per ton (g/t Au) serta 0,16% tembaga (Cu). Jumlah tersebut memuat kurang lebih 2,0 juta ons emas (Moz Au) dan 430.000 ton tembaga (kt Cu). 

Jika disandingkan dengan estimasi pada Desember 2025 lalu, angka ini memperlihatkan lonjakan sebesar 70 Mt (+25%), 0,40 Moz emas, dan 103 kt tembaga.

Sementara itu, untuk kategori sumber daya mineral indicated mengalami kenaikan hampir dua kali lipat menjadi 217 juta ton dari yang sebelumnya hanya 112 juta ton. 

Capaian positif tersebut merefleksikan kesuksesan dalam mengonversi sumber daya berkat adanya penambahan 26 lubang diamond drill beserta penyempurnaan pada pemodelan geologi.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro mengutarakan bahwa hasil pembaruan estimasi sumber daya mineral ini kian memperkokoh kedudukan Gua Macan sebagai bagian dari portofolio pertumbuhan jangka panjang untuk komoditas tembaga dan emas milik MDKA.

Di samping itu, hasil ini juga memberikan sokongan ekstra dalam mengkaji potensi pengembangan metode tambang terbuka (open pit).

Pada awal mulanya di tahun 2023, Gua Macan dikembangkan dari target eksplorasi internal semata. Namun kini, proyek yang letaknya berdekatan dengan Tambang Emas Tujuh Bukit yang sudah beroperasi tersebut telah berkembang secara masif menjadi sumber daya porfiri tembaga-emas yang bernilai signifikan dan kaya akan kandungan emas.

sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pembaruan estimasi sumber daya mineral Gua Macan merupakan tonggak penting lainnya bagi Merdeka dan mencerminkan nilai dari strategi eksplorasi yang kami jalankan," ungkap Albert melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Senin (13/7/2026).

Albert memaparkan, kontributor nilai utama pada endapan Gua Macan saat ini dipegang oleh zona Main Porphyry. Area tersebut menyimpan sumber daya berkisar 110 juta ton dengan kadar 0,36 g/t Au dan 0,23 persen Cu, yang di dalamnya mengandung sekitar 1,3 juta ons emas serta 257.000 ton tembaga. 

Biarpun porsinya hanya berkisar 40% dari total tonase sumber daya mineral keseluruhan, Main Porphyry mampu memasok hingga 65% kandungan emas sekaligus 60% kandungan tembaga pada endapan di Gua Macan.

Di sisi lain, sebaran mineralisasi di Gua Macan telah berhasil dipetakan pada area berdimensi sekitar 1 kilometer x 1 kilometer dengan kedalaman pengeboran menjalar dari permukaan sampai kira-kira 600 meter. 

Berhubung sistem mineralisasi ini masih terbuka ke arah kedalaman (open at depth), peluang penambahan jumlah sumber daya masih sangat terbuka lebar seiring dengan berjalannya aktivitas eksplorasi maupun studi teknis selanjutnya.

Adanya pembaruan pada model Net Smelter Return (NSR) juga kian memperjelas interpretasi geologi, di mana diperlihatkan bahwa material dengan nilai ekonomi paling tinggi mengumpul di bagian inti mineralisasi yang lebih dangkal serta berkesinambungan (coherent core) pada domain Main Porphyry.

Ke depan, MDKA berencana menggelar pengujian variabilitas metalurgi secara lebih terfokus. Langkah tersebut bertujuan mengevaluasi apakah sifat-sifat tersebut mampu menunjang kenaikan asumsi perolehan logam (recovery) dalam pengerjaan studi rekayasa di fase berikutnya.

Mengenai klasifikasinya, estimasi sumber daya mineral paling anyar ini dimasukkan ke dalam kategori Indicated dan Inferred yang mengacu pada JORC Code 2012 serta Kode KCMI 2017. 

Laporan sumber daya mineral ini disajikan dalam optimised shell yang mengindikasikan adanya prospek memadai agar dapat ditambang secara ekonomis di masa mendatang, menggunakan batas bawah (cut-off) NSR paling sedikit US$ 8 per ton.

Kenaikan sumber daya yang terus berlanjut, ditambah letaknya yang dekat dengan infrastruktur yang sudah ada serta beragam studi teknis yang masih bergulir, semakin memantapkan posisi proyek ini sebagai motor penggerak pertumbuhan jangka panjang yang krusial bagi portofolio tembaga dan emas MDKA.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Gua Macan menjadi bukti kemampuan Merdeka dalam menciptakan nilai melalui eksplorasi," kata Albert.

Meski Gua Macan menyuguhkan prospek pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan, Albert menggarisbawahi bahwa pihak MDKA pun memahami betul bahwa kesuksesan dalam membangun suatu proyek tidak melulu bertumpu pada aspek keunggulan teknis semata. 

Namun, hal itu juga ditentukan oleh kemampuan dalam meraih sekaligus menjaga kepercayaan serta dukungan dari warga setempat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Setiap perkembangan di masa depan akan dipandu oleh perencanaan yang bertanggung jawab, dialog yang transparan, dan komitmen untuk menciptakan nilai bersama jangka panjang," tandas Albert.

Reporter: Gemilang Ramadhan