Ekspansi Lewat Kemitraan, Kacamatamoo Targetkan 100 Gerai pada 2026
JAKARTA - Jaringan ritel optik Kacamatamoo membidik pelebaran sayap hingga di atas 100 gerai sampai penghujung 2026.
Korporasi memprioritaskan metode kemitraan selaku langkah fundamental demi mengakselerasi penambahan jaringan, sekaligus memelihara efisiensi keperluan investasi.
Pendiri Kacamatamoo Michael Oktowinadi memaparkan, sampai Juli 2026 korporasi telah menjalankan 92 gerai yang tersebar di bermacam daerah Indonesia. Mayoritas toko tersebut didirikan lewat kolaborasi bersama rekan bisnis.
“Hari ini kami sudah memiliki 92 outlet. Target sampai akhir tahun bisa mencapai 100 lebih, tergantung kondisi pasar dan kalau masih mendapatkan lokasi yang bagus kami akan buka terus,” ujar Michael ditemui usai acara Entrepreneurs Symposium & Roadshow 2026 di Tangerang, Selasa (7/7/2026).
Menurut Michael, modal guna mendirikan satu toko berkisar Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar, bertumpu pada letak serta luas toko.
Dari total 92 gerai yang aktif, kurang lebih 35 toko merupakan kepemilikan langsung korporasi, sementara sisanya dijalankan bersama rekanan.
“Saya dari awal memang suka membangun partnership. Waktu merintis usaha tentu tidak mungkin punya modal sebesar itu untuk membuka cabang terus-menerus, jadi kami mengajak banyak partner untuk berkembang bersama,” katanya.
Taktik itu memfasilitasi korporasi dalam meluaskan jaringan secara lebih kilat ketimbang bila seluruh perluasan cuma bertumpu pada modal internal, sambung Michael.
Adapun penetrasi hingga akhir tahun ini masih dikonsentrasikan di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Saat ini, jaringan Kacamatamoo telah eksis di Jabodetabek, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, sampai Surabaya.
Di samping melebarkan jaringan, korporasi juga membukukan kenaikan bisnis yang ajek. Michael menyatakan, perolehan Kacamatamoo naik kisaran 30% per tahun sejak korporasi berdiri pada tahun 2019.
“Revenue kami tumbuh sekitar 30% setiap tahun. Kalau profit memang ada yang naik dan ada yang turun karena kami terus ekspansi sehingga biaya operasional juga ikut meningkat,” ujarnya.
Ia mengimbuhkan, satu toko baru umumnya memerlukan durasi kurang lebih 22 bulan guna meraih titik impas (break even point/BEP).
Lewat target mendongkrak total gerai hingga melampaui 100 cabang pada tahun ini, Kacamatamoo bakal tetap menggunakan pola kemitraan selaku instrumen pertumbuhan.
Korporasi pun akan mengutamakan pendirian gerai di tempat-tempat strategis serta memperlebar jangkauan pasar pada kategori menengah hingga menengah bawah.