Kinerja Positif BUMN di Bawah Danantara, Agroindustri Tumbuh Pesat
JAKARTA – Sepanjang tahun buku 2025, kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia menunjukkan tren positif. Berbagai perusahaan strategis di sektor perbankan, energi, telekomunikasi, pertambangan, hingga perkebunan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatatkan laba sekitar Rp 60,6 triliun, PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 55,8 triliun, dan PT Telkom Indonesia Tbk mencapai Rp 23,6 triliun. Selain itu, PT Pertamina membukukan laba sekitar US$ 3,13 miliar dan Mind Id mencatatkan laba sekitar Rp 40 triliun.
BUMN di sektor ketahanan pangan juga mencatatkan pertumbuhan, dengan Pupuk Indonesia yang membukukan laba Rp 4,8 triliun. Holding Perkebunan Nusantara PTPN II pun mencatatkan kinerja menonjol dengan laba bersih PTPN Group mencapai Rp 6,39 triliun, meningkat sekitar 81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengamat agroindustri Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai bahwa pencapaian ini menunjukkan transformasi BUMN kini tidak lagi hanya bergantung pada sektor tradisional. Sektor agroindustri kini mulai memperkuat peran strategisnya bagi perekonomian nasional.
"Keberhasilan sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba menunjukkan transformasi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan fondasi bisnis yang semakin sehat. Peningkatan laba PTPN Group menjadi sinyal penting bahwa sektor perkebunan kini mampu tampil sebagai salah satu pilar baru penggerak ekonomi nasional," kata Makky sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, serta integrasi bisnis yang konsisten dilakukan. PTPN Group kini memegang posisi strategis dalam mendukung agenda hilirisasi pemerintah melalui pengelolaan komoditas seperti kelapa sawit, tebu, karet, kopi, dan teh.
"Pemerintah mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan daya saing industri sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri. PTPN berada pada posisi yang sangat strategis untuk menjalankan agenda tersebut," katanya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Sektor perkebunan juga berperan krusial dalam mendukung program ketahanan energi nasional melalui penyediaan bahan baku berkelanjutan. Perusahaan perkebunan negara menjadi bagian penting dalam ekosistem energi baru dan terbarukan, termasuk untuk kebutuhan biodiesel B50 dan bioetanol.
"Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai kilang atau distribusi energi, tetapi juga mengenai kesiapan sektor hulu," jelasnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.