Bulog Dongkrak Stok Beras Papua Hampir 3 Kali Lipat Jadi 50 Ribu Ton
JAKARTA - Perum Bulog bersiap meningkatkan pasokan beras di Papua dengan menaikkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hampir tiga kali lipat.
Langkah ini diambil guna memperkokoh ketahanan pangan di wilayah timur Indonesia sekaligus memastikan kelancaran eksekusi beragam program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memaparkan bahwa persediaan beras Bulog yang sekarang menyentuh angka kisaran 17.000 ton di seantero Papua bakal didongkrak menjadi sekitar 50.000 ton.
Penambahan persediaan tersebut akan dipenuhi lewat mobilisasi pasokan dari beberapa wilayah pusat produksi beras nasional, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, sehingga ketercukupan beras tetap aman dan penyaluran ke bermacam wilayah Papua dapat berlangsung lancar.
"Kami akan memperkuat stok beras di Papua hingga sekitar 50.000 ton untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat serta mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan," ujar Rizal, Selasa (7/7/2026).
Selain memperbanyak persediaan, Bulog pun memastikan mutu beras yang ditampung tetap memenuhi kriteria.
Dalam peninjauan tersebut, Rizal memantau langsung proses pengawasan kualitas, mulai dari pengecekan fisik, pengetesan kadar air, penimbangan kembali, hingga pengetesan tingkat butir patah (broken rice) memakai alat laboratorium.
Menurut Rizal, pemantauan kualitas menjadi bagian krusial dari kewajiban Bulog, tidak sekadar mengamankan ketercukupan stok pangan nasional.
Oleh sebab itu, seluruh beras yang masuk ke gudang sampai disalurkan kepada warga wajib melewati proses pengawasan mutu yang disiplin. Ia menjamin warga tidak usah risau terhadap mutu beras yang dibagikan Bulog.
"Bulog memastikan beras yang disalurkan berada dalam kondisi baik, sehat, higienis, dan berkualitas. Kami tidak hanya menjaga ketersediaan stok, tetapi juga memastikan mutunya tetap terpelihara melalui pengawasan yang ketat," tegasnya.
Ke depannya, Bulog pun bakal terus memperkokoh manajemen persediaan dan distribusi pangan sebagai bagian dari ikhtiar menyokong ketahanan pangan nasional.
Rizal menyatakan perseroan berkomitmen mengawal layanan logistik pangan agar penyaluran beras serta komoditas pangan lainnya dapat dilaksanakan secara profesional, tepat waktu, dan menjangkau segenap wilayah Indonesia, termasuk daerah paling timur di Papua.