Langkah Bogasari Pacu Bisnis Pangan Lewat Rangkul Jutaan Mitra UMKM

Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang (tengah) (dok: Bogasari)
Penulis: Ibtihal
Senin, 06 Juli 2026 | 15:27:54 WIB

JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) lewat Divisi Bogasari kian memperkokoh taktik bisnisnya melalui langkah pendirian ekosistem industri pangan bertumpu pada tepung terigu yang merangkul jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Pihak korporasi berpandangan bila tepung terigu bukan sekadar bahan baku pangan biasa, melainkan produk antara yang sanggup melahirkan nilai tambah, memperluas penyerapan tenaga kerja, sekaligus menyokong ketahanan pangan di kancah nasional.

Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang, memaparkan jika kisaran 70% konsumen Bogasari berakar dari sektor UMKM. 

Oleh sebab itu, program penguatan para pelaku usaha kecil tersebut menjadi bagian krusial dari taktik pemasaran sekaligus pemantapan industri pangan nasional.

"Melalui tepung terigu, nilai ekonomi produk pertanian lokal Indonesia semakin bertambah," kata Franciscus dalam siaran pers seperti dikutip Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan penuturannya, industri tepung terigu menyimpan andil yang besar dalam mendongkrak daya saing aktivitas ekspor sekaligus memperkokoh ketahanan pangan. 

Sebagai bahan makanan antara yang tidak dikonsumsi langsung oleh masyarakat, tepung terigu justru menjelma menjadi tiang pancang bagi berkembangnya beraneka industri makanan olahan yang menampung tenaga kerja dalam kapasitas masif.

Pihak Bogasari pun ikut mendorong optimalisasi bahan pangan lokal melalui langkah peluncuran kreasi produk berbasis terigu. 

Tepung terigu dinilai mengantongi sifat yang adaptif sehingga gampang dikombinasikan dengan beraneka ragam komoditas pertanian khas daerah demi melahirkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Metode tersebut nyatanya telah dipraktikkan oleh beraneka UMKM besutan mitra Bogasari. Di wilayah Balipapan, contohnya, pelaku bisnis merintis sajian cake yang memanfaatkan paduan terigu serta buah salak. 

Di area Lombok, kalangan UMKM meramu terigu dengan kacang merah, kacang mente, kopi, serta kacang tanah untuk diubah menjadi rupa-rupa kue kering. 

Sementara di beraneka daerah lainnya, terigu dikombinasikan bersama buah durian menjadi roti durian, buah naga menjelma mi merah, sayur wortel menjadi mi oranye, hingga pemanfaatan tepung singkong menjadi roti bagelen.

Guna memperlebar jangkauan terobosan tersebut, Bogasari merancang program edukasi lewat wadah Bogasari Baking Center (BBC). 

Sarana prasarana ini menyuguhkan kursus kepada sektor UMKM maupun kalangan masyarakat yang berniat mengawali bisnis pangan berbasis tepung terigu, sekaligus memacu kemunculan produk makanan yang mendayagunakan kekayaan bahan baku lokal.

Di luar bahasan penguatan industri pangan, Bogasari pun turut memaparkan implementasi tata kelola perusahaan yang meliputi alur manufaktur, pola pemasaran, hingga wujud komitmen pada sendi pembangunan berkelanjutan. 

Pihak korporasi telah menggulirkan bermacam inisiatif hijau, seperti instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mekanisme penampungan air hujan (rain harvesting), tata kelola limbah sampah, hingga program budidaya tanaman mangrove.

Pemaparan data tersebut disajikan di sela agenda kunjungan edukatif para mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University menuju pabrik Bogasari yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7/2026). 

Agenda kunjungan yang bergulir kisaran tiga jam tersebut menjadi bagian dari proses studi seputar teori serta aplikasi manajemen pada ranah dunia industri.

Rombongan yang diisi oleh tujuh mahasiswa strata doktoral tersebut dengan didampingi oleh Jono Mintarto Munandar, menggelar sesi diskusi langsung bersama jajaran manajemen Bogasari, yang dinakhodai oleh Franciscus Welirang didampingi Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma, Senior Vice President Manufacturing Bobby Ariyanto, Vice President Human Resources Anwar, serta Manajer Produksi Nyoman Arthadana. 

Selain agenda berdiskusi, para peserta pun diajak memantau ruang laboratorium, area produksi Mill AB, serta fasilitas dermaga Bogasari demi mengamati langsung proses kerja operasional perusahaan.

Reporter: Ibtihal