Kemenperin Dorong Hilirisasi Pisang NTT via Sentra IKM Manggarai Timur

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Sumber: istimewa)
Penulis: Ibtihal
Senin, 06 Juli 2026 | 15:27:54 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tiada henti memacu hilirisasi komoditas andalan daerah lewat jalan perluasan sentra industri kecil dan menengah (IKM). 

Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Sentra IKM Olahan Pisang serta Sentra IKM Tenun yang berlokasi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebijakan ini diproyeksikan sanggup mendongkrak nilai tambah produk lokal, membuka lebih banyak lapangan kerja baru, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi warga lewat pengoptimalan industri yang bertumpu pada potensi daerah. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan bahwa langkah perluasan sentra IKM ini adalah bagian dari strategi otoritas demi memperkokoh struktur industri nasional yang digerakkan dari wilayah daerah. Di samping itu, hilirisasi produk lokal pun dianggap krusial dalam menyokong ketahanan pangan lewat jalur diversifikasi pangan yang bersumber pada daya lokal.

"Pengembangan Sentra IKM Olahan Pisang di Kabupaten Manggarai Timur merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti pisang, jagung, singkong, sorgum, dan berbagai komoditas lokal lainnya," kata Agus dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan pandangan Agus, penambahan nilai produk sekadar bisa digapai jika proses manufaktur digulirkan sedekat mungkin dengan wilayah pasokan bahan baku. Lewat metode tersebut, profit ekonomi dari agenda hilirisasi dapat dirasakan secara langsung oleh warga maupun para pelaku bisnis di daerah.

"Kami perlu membangun produk antara atau intermediate product sedekat mungkin dengan sentra bahan baku agar nilai tambah dinikmati oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah," ujarnya.

Kabupaten Manggarai Timur terpilih menjadi salah satu wilayah yang memperoleh sokongan perluasan Sentra IKM Olahan Pisang lewat pemanfaatan skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perindustrian pada tahun 2022. 

Area ini menyimpan potensi melimpah untuk memacu industri berbasis buah pisang agar menjelma menjadi aneka produk bernilai tambah tinggi, contohnya keripik, sale, tepung pisang, puree, bolu, cookies, hingga bermacam-macam produk buah tangan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyebutkan bahwa Kemenperin bersama pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah mendirikan beraneka sarana prasarana penunjang di area sentra tersebut. Fasilitas yang dimaksud mencakup bangunan produksi, gedung pengemasan, gudang penyimpanan, ruang promosi, hingga penyediaan alat serta mesin produksi.

"Fasilitas yang telah dibangun ini harus menjadi pusat produksi, pusat pembelajaran, pusat promosi, sekaligus pusat kolaborasi bagi para pelaku IKM olahan pangan di Manggarai Timur," ujar Reni.

Bukan sebatas pendirian sarana fisik, Kemenperin pun ikut mematangkan kompetensi sumber daya manusia lewat program pelatihan bidang kewirausahaan, tata cara produksi, perluasan variasi produk, sertifikasi kualitas, hingga penguatan kecakapan tata kelola sentra. 

Reni mengimbuhkan bahwa langkah maksimalisasi sentra wajib diawali lewat pemetaan potensi bahan baku secara menyeluruh, dari area kebun, jenis varietas pisang, siklus panen, kapasitas volume produksi, hingga tingkat produktivitas.

Tindakan itu dipandang krusial demi mendukung skema rancangan produksi sekaligus mengawal konsistensi pasokan bahan baku. 

Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal IKMA Yedi Sabaryadi menggarisbawahi jika kesuksesan perluasan sentra IKM bukan melulu bersandar pada ketersediaan sarana produksi saja, namun juga membutuhkan jalinan sinergi yang kuat antara pihak pemda, badan pengelola, kaum petani, pelaku bisnis, hingga jejaring mitra pasar.

"Sentra IKM harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, petani, pelaku usaha, hingga mitra pasar sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.

Di samping keberadaan Sentra IKM Olahan Pisang, Kabupaten Manggarai Timur rupanya sudah mengantongi sokongan perluasan Sentra IKM Tenun melalui pemanfaatan skema Dana Alokasi Khusus (DAK) di tahun 2016, 2017, dan 2018. 

Berdasarkan rilis Kemenperin, sektor industri tenun senantiasa dipacu lantaran memiliki peluang pasar yang menjanjikan sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian adat daerah lewat pembaruan produk yang konsisten menyertakan karakter lokal.

Reporter: Ibtihal